Cegah Jurang Kesenjangan Melebar, TMMD Program Nyata Sejahterakan Rakyat

19 TAHUN pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi di Indonesia, ternyata belum menghasilkan pencapaian yang maksimal. Ini ditunjukkan dengan indeks Rasio Gini (indeks yang mengukur tingkat kesenjangan ekonomi) yang masih tinggi dimulai pada tahun 1999 hingga saat ini. Artinya kesenjangan sosial dan ekonomi di negara kita memang tak sehat dan sudah mendekati situasi lampu merah, sebab keberhasilan yang dicapai ternyata juga mendorong terjadinya disparitas yang kian meningkat.

Salah satu tanda 'situasi lampu merah' itu adalah masih terdapatnya 183 Kabupaten tertinggal dari 409 Kabupaten di Indonesia, atau sekitar 45 persen dari seluruh kabupaten. Dan 70 persen dari semua kabupaten tertinggal ada di Indonesia bagian Timur. Dari tahun 1998 pasca reformasi hingga tahun 2017 atau hampir 19 tahun lamanya Indonesia telah melaksanakan desentralisasi dan otonomi daerah. Namun, kesenjangan sosial dan ekonomi di Indonesia terus meningkat.   

Total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) negara kita sebanyak 54,7 persen disumbangkan ke pulau jawa, sekitar 27 persen berasal dari Pulau Sumatera, 9,8 persen dari Pulau Kalimantan, dan sisanya 10 persen berasal dari kawasan di Indonesia Timur yakni Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara dan Papua. Di sisi lain, ketimpangan dalam pembangunan infrastruktur antar daerah menyebabkan sistem ekonomi di negara kita tidak terintegrasi dengan baik.

Melihat 'situasi lampu merah' itu Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara konsisten ikut memberikan solusi untuk mencegah jurang kesenjangan semakin lebar. Dengan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), TNI menunjukkan jati dirinya sebagai tentara rakyat yang bisa diandalkan untuk kepentingan rakyat. Kemanunggalan TNI dan rakyat didasari atas saling melengkapi dan saling membutuhkan. Hal ini menunjukkan bahwa, fungsi tentorial TNI tidak hanya sebatas di bidang pertahanan semata, khususnya dalam menjaga dan menjamin kedaulatan negara. Tetapi lebih dari itu, TNI nyata-nyata mampu memberikan sumbangsih yang besar dan pengaruh positif terhadap kemajuan masyarakat dan percepatan pembangunan di daerah.

DARI RAKYAT UNTUK RAKYAT

TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) pada awalnya dikenal dengan ABRI Masuk Desa (AMD) merupakan program kerjasama lintas sektoral antara TNI, Kementerian/ Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) dan Pemerintah Daerah, serta Komponen Bangsa lainnya, yang dilaksanakan secara terpadu dan berkesinambungan dalam upaya membantu meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah-daerah tertinggal, terisolasi, daerah pinggiran dan terbelakang. TMMD sebagai salah satu wujud Operasi Bakti TNI yang sinergis, terintegrasi dan sangat  terorganisir, memiliki maksud, tujuan dan manfaatnya yang jelas, baik bagi kepentingan TNI, Masyarakat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota.

Saat masih dinamakan AMD, penyelenggaraan didasarkan pada Amanat Presiden Soeharto tanggal 5 Oktober 1978, yang secara garis besar mengajak segenap warga ABRI untuk meresapkan dan menghayati kembali Kemanunggalan ABRI dengan Rakyat. Kemanunggalan tersebut pernah terwujud dalam sejarah pembentukan bangsa Indonesia. Pada masa tersebut ABRI (sekarang TNI) berusaha menduduki posisi sentral dalam pembangunan desa dengan melancarkan program ABRI Masuk Desa (AMD) Tujuan program ini adalah untuk mendorong pembangunan khususnya di daerah – daerah terpencil/ pinggiran dan untuk mempertahankan posisi sentral ABRI serta untuk mendapatkan dukungan rakyat terhadap militer.

Seiring perkembangan waktu dengan adanya Reformasi ABRI, dengan dipisahkannya Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan TNI pada tanggal 1 April 1999, ABRI Masuk Desa (AMD) berubah nama menjadi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Perubahan ini ternyata tidak merubah tujuan awal dari dicetuskannya pelaksanaan AMD untuk pertama kalinya, selain untuk lebih mempererat kemanunggalan TNI dengan Rakyat, juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan dan memantapkan kesadaran bermasyarakat, berbangsa, bernegara, bela negara dan disiplin nasional. Program TMMD tersebut ternyata berhasil mencapai sasaran yang diprogramkan, baik sasaran fisik maupun sasaran lainnya, keberhasilan tersebut bahkan mengilhami lahirnya program-program manunggal lainnya seperti TNI Manunggal Pertanian, TNI Manunggal Aksara, TNI Manunggal KB-Kes, TNI Manunggal Sosial Sejahtera, TNI Manunggal Sembako dan TNI Manunggal Reboisasi yang pernah dilaksanakan oleh TNI.  

TMMD REGULER KE 99 2017 UNTUK RAKYAT BANTUL

Program TMMD dilakukan sebagai bhakti TNI terhadap masyarakat dan merupakan wujud keberadaan TNI yang tidak pernah meninggalkan rakyatnya. Masyarakat dilibatkan secara aktif. Keaktifan dan partisipasi masyarakat yang tinggi, tentunya mampu pula meningkatkan kualitas komunikasi sosial sebagai bagian dari sasaran TMMD, salah satunya yaitu mendekatkan TNI dengan rakyat melalui perwujudan pembangunan fisik dan nonfisik.

Pembangunan fisik pada TMMD Reguler ke-99 tahun 2017 di Kabupaten Bantul kali ini diarahkan pada pembangunan dan perbaikan infrastruktur, diantaranya adalah pembangunan sarana transportasi berupa pembangunan Jalan dan Jembatan, pembuatan gorong-gorong, Program RTLH dan Water Tower. Sedang sasaran nonfisik berupa penyuluhan bidang Pendidikan Pendahuluan Beia Negara, penanganan Narkoba dan HIV AIDS, bidang Kamtibmas, Terorisme, bidang KB Kesehatan, bidang Lingkungan Hidup, bidang Kependudukan, bidang Perkoperasian dan bidang Pertanian.

"TMMD yang beberapa kali berjalan telah memberikan manfaat besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Karena kita ketahui bersama, Program TMMD dilaksanakan secara terpadu dengan program pembangunan di daerah, dan banyak melibatkan masyarakat dalam pemberdayaan sekaligus menciptakan ketahanan wilayah demi keutuhan NKRI. Bahkan kerjasama yang baik berdasarkan prinsip-prinsip keterpaduan yang lebih menekankan pada azas manfaat maupun aspek akuntabilitas," jelas Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X.  

Sementara itu, Dandim 0729/Bantul Letnan Kolonel (Inf) Agus Widianto selaku Dansatgas TMMD Reguler ke 99 mengatakan, lokasi TMMD adalah di Dusun Kajor Selopamioro Imogiri Bantul. Dengan beragam program, diharapkan pelaksanaan TMMD kali ini benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat.

"Kegiatan TMMD Reguler ke 99 rencananya akan dimulai dari tanggal 4 Juni hingga 2 Agsutus 2017. Sementara personel yang terlibat setiap harinya sebanyak 217 yang terdiri dari personel TNI, Polres Bantul, Pemda Bantul, FKPPI, Linmas, Tagana dan masyarakat. Kami berharap seluruh sasaran pembangunan, baik fisik maupun nonfisik dapat selesai tepat waktu,” pungkasnya. (Danar Widiyanto)  
 

BERITA REKOMENDASI