Cegah Stunting, Edukasi Stimulasi Tumbuh Kembang di Posyandu Balita

BANTUL, KRJOGJA.com – Kegiatan posyandu balita yang dilakukan teratur dilakukan setiap bulan pada tanggal 10 terutama di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinilai sudah cukup baik, tetapi perlu adanya kerjasama dengan institusi pendidikan seperti Universitas Alma Ata (UAA) untuk tujuan yang lebih baik dengan cara rekonstruksi dan revitalisasi posyandu balita guna pencegahan adanya kejadian stunting. Hal ini merupakan salah satu bentuk perwujudan Tridharma Perguruan Tinggi seperti yang dilakukan oleh dosen bersama mahasiswa D3 Kebidanan kerjasama dengan mahasiswa KKN Tematik di Posyandu Kenanga, Gupakwarak, Sendanghsari, Pajangan, Bantul.

“Posyandu merupakan media pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Posyandu di bawah tanggung jawab Puskesmas yang merupakan hal yang sangat penting guna mengukur derajad kesehatan bayi dan balita. Kegiatan posyandu ada 5 meja yaitu meja pertama Pendaftaran balita, ibu hamil, ibu menyusui, kedua Penimbangan dan pengukuran balita, ketiga Pencatatan hasil penimbangan dan pengukuran, keempat Penyuluhan dan Pelayanan gizi bagi ibu balita, ibu hamil dan ibu menyusui dan kelima Pelayanan kesehatan, KB dan Imunisasi,” jelas Fatimah, S.SiT., M.Kes tim Dosen yang ikut dalam kegiatan ini bersama 5 mahasiswa Kebidanan.

Bentuk kegiatan edukasi kepada masyarakat terutama kader dengan cara pengukuran antropometri yang baik pada bayi dan balita dan edukasi cara stimulasi secara langsung pada anak balita. Serta melakukan deteksi tumbuh kembang anak secara langsung kepada balita dalam perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa dan kemandirian.

“Kegiatan berjalan baik dan mendapatkan antusias yang baik dari kader dan masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat berkelanjutan demi terwujudnya kesehatan masyarakat yang sempurna,” pungkasnya. (*)

BERITA REKOMENDASI