Cerita Pemilik Rumah Makan Kawasan Depok Ditagih Bank Bayar Cicilan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Beban ekonomi yang dipikul sejumlah pengelola rumah makan di kawasan Pantai Depok Parangtritis Kapanewon Kretek Bantul kian gawat. Ketentuan PPKM level 4 dengan membolehkan makan di tempat berdurasi waktu 20 menit belum mampu menggerakkan ekonomi di pusat kuliner tersebut. Bahkan ada salah satu pemilik rumah makan di Depok ditelepon pihak bank agar segera mencicil angsuran bulanan.

“Sudah beberapa tahun ini saya memang disupport perbankan dalam mengembangkan usaha kuliner, tetapi baru kali ini saya ditelepon pihak bank mengingatkan agar mencicil angsuran,” ujar seorang pemilik rumah makan yang enggan disebut namanya, Senin (02/08/2021).

Sumber tersebut mengatakan, pihak perbankan menghubungi lewat telepon agar segera melakukan pembayaran. Kemudian dijelaskan bahwa keterlambatan melakukan angsuran akibat kondisi ekonomi yang terus memburuk karena rumah makan sepi.

“Saya jelaskan kepada pihak bank bahwa saya terlambat membayar angsuran bulanan bukan karena ingin lari dari tanggungjawab. Setelah dijelaskan panjang lebar terkait dengan kondisi di lapangan pihak perbankan akhirnya memberikan toleransi pembayaran cicilan bulanan,” tambahnya.

Sementara tokoh masyarakat Pantai Depok Dardi Nugroho mengungkapkan, kondisi sekarang ini sangat berat sekali. Dalam sejarah membuka usaha rumah makan baru kali ini menghadapi situasi yang benar-benar sulit.

Oleh karena itu itu, pihaknya sangat berharap pemerintah memberikan kebijakan terbaik agar ekonomi masyarakat kelas bawah bisa bergerak. Dardi berharap wisata dibuka dengan protokol yang sangat ketat sehingga ekonomi berbasis masyarakat kecil itu bisa bergerak kembali.

Jika perlu ditempatkan petugas khusus untuk mengawasi operasional rumah makan jika tidak ditemukan pelanggaran diberi sanksi. Hal tersebut lebih bisa diterima dari pada tutup secara total.

Kasi Promosi, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul Markus Purnomo Hadi mengatakan kebijakan makan di tempat 20 menit bisa diimplementasikan di lapangan dihitung mulai menyantap. ” Kalau dihitung mulai persiapan penyajian sampai makan selesai tentu tidak cukup durasi yang diberikan itu. Tapi kalau hitung mulai menyantap makanan saya kira masih bisa dilaksanakan,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI