Cermin Proyeksi Diri Perupa

Editor: Ivan Aditya

BANTUL (KRjogja.com) – Cermin identik dengan potret diri manusia karena menampilkan bagaimana refleksi siapa yang berada di depannya. Proyeksi diri ini diangkat menjadi sebuah karya oleh para seniman yang tergabung di GLEDEK99 dalam pameran seni rupa bertajuk ‘Mirror’.

Pameran yang diinisiasi oleh alumni Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (FSR ISI) angkatan 1999 tersebut menampilkan 21 perupa dengan konsep potret diri. Selain itu, gelar karya ini juga merupakan ungkapan bagaimana para alumnus tersebut bergulat dengan apa yang telah mereka tempuh selama 17 tahun.

Rektor ISI, Prof Dr M Agus Burhan MHum mengungkapkan pameran ini memerlihatkan keberanian masing-masing perupa untuk berubah setelah sekian lama, baik itu perubahan tentang rumah tangga, kehidupan sebagai manusia dan kreativitas. "Saya melihat karya Wedhar Riyadi misalnya, ada satu perkembangan. Dasar dia adalah pop-surealisme, saat ini dalam karyanya ada sentuhan realisme yang ikut dikembangkan," ujarnya ketika ditemui KRjogja.com di Galeri R.J Katamsi, Kampus ISI, Jalan Parangtritis KM 6,5, Sewon, Bantul, Jumat (16/09/2016).

Senada dengan Agus, Kepala Galeri R.J Katamsi yang juga merupakan seniman GLEDEK99, I Gede Arya Sucitra, menuturkan setiap lukisan yang ditampilkan dalam pameran ‘Mirror’ ini adalah karya-karya berdasarkan refleksi diri setelah sekian lama mengarungi dunia seni rupa. "Mirror tentang potret diri ini bukan melulu wajah, potret merupakan bagian pencitraan diri kita ketika orang lain melihat lukisan ini, orang tahu ini milik siapa," paparnya.

Proses tersebut yang ingin diperlihatkan GLEDEK99, setelah lama berkarya menjadi perupa, ada potret dalam karya mereka yang langsung dikenali orang-orang. Arya kemudian menunjukkan lukisannya yang kental dengan bentuk timbul berjudul ‘Kembali ke Timur’. Dalam karya itu, nampak seekor kerbau yang sedang berdiri diatas perahu kecil mengarungi sungai. Gunung dan refleksi hijau-hijauan yang nampak dalam air juga menghiasi karya miliknya.

Arya mengharapkan pameran ini bisa sebagai cambuk bagi perupa atau alumni lain yang selalu ingin bernostalgia namun tidak memiliki hasrat untuk membangun kebersamaan. Menurutnya, membangun kebersamaan merupakan cara untuk menemukan lagi wajah-wajah perupa dari sekian lama. (MG-04)

BERITA REKOMENDASI