Ciptakan Stabilitas Kabtibmas, Libatkan Seluruh Elemen Masyarakat

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Menjaga terciptanya stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) wilayah perbatasan antara Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Kulonprogo, tentu bukan persoalan yang mudah. Ini terkait dengan arus lalu lintas yang tergolong padat, terlebih dengan telah efektifnya operasional Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kulonprogo. Arus kendaraan bermotor (roda dua maupun roda empat) dari arah timur menuju bandara atau sebaliknya, mengharuskan petugas polisi lalu lintas bekerja ekstra keras melakukan pengaturan dan pengamanan arus lalu lintas.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Sedayu Polres Bantul Polda DIY Kompol Ardi Hartana SH MH MSi, Jumat (12/02/2021) terkait padatnya arus lalu lintas di Kapanewon/Kecamatan Sedayu. Sebagai daerah ‘penyangga’, mengharuskan jajaran Polsek Sedayu (terutama Unit Lalu Lintas) harus bersiaga 24 jam untuk melakukan pengaturan lalu lintas sekaligus pengamanan. “Khusus untuk urusan lalu lintas, kami harus waspada setiap saat,” ucap Ardi Hartana.

Terlebih lagi jika ada pejabat negara yang melakukan kunjungan kerja ke Yogya dan sekitarnya, yang menggunakan pesawat dan turun di YIA. Dari YIA menuju ke Yogya atau sebaliknya tentunya melewati wilayah Sedayu, sehingga jajarannya wajib melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas.

Hal tersebut sudah diatur dalam protokeler penyambutan pejabat negara yang harus dijamin keamanan dan keselamatannya, termasuk dalam hal lalu lintas. Ardi Hartana menambahkan, tidak hanya di bidang lalu lintas jajarannya harus bersiaga penuh. Dalam hal keamanan dan ketertiban, terutama berkaitan dengan tindak kejahatan jajarannya harus selalu sigap.

Pasalnya, sebagai wilayah perbatasan, acapkali menjadi ‘rute’ pelaku kejahatan, baik yang hendak masuk Yogya atau meninggalkan Yogya. Untuk mengantisipasi hal itu, patroli terbuka dan tertutup terus dilakukan guna mendeteksi kemungkinan adanya pelaku kejahatan yang hendak beraksi.

Tak hanya itu, operasi terhadap kendaraan bermotor (sepeda motor dan mobil) yang masuk ke Yogya atau sebaliknya juga intensif dilakukan, tujuannya untuk mengetahui ada-tidaknya pelaku tindak kejahatan yang berniat masuk atau ke luar Yogya. “Petugas sering menjumpai anak-anak muda yang membawa senjata tajam dengan berbagai dalih, semisal untuk berjaga-jaga membela diri,” jelas Ardi Hartana.

Ditambahkan, mereka tidak hanya berasal dari wilayah Bantul dan sekitarnya, tetapi ada juga yang berasal dari Kulonprogo. Bahkan, ada pula yang berasal dari Kabupaten Purworejo.
Mengenai upaya menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Ardi Hartana menyampaikan pihaknya menggandeng unsur-unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan/Kapenewon (Forkompimcam) Sedayu untuk bahu membahu menciptakan stabilitas keamanan.

Menurutnya, masalah kamtibmas tidak bisa saja ditumpukan pada pihak kepolisian. Semua eleman masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat juga memiliki peran penting turut menciptakan stabilitas kamtibmas. “Karena itu komunikasi dengan seluruh elemen masyarakat rutin dilakukan.” ujar Ardi Hartana.

Tentu saja di masa pendemi Covid-19, pertemuan dengan eleman masyarakat untuk sementara ‘dihentikan’ dengan pertimbangan menghindari kerumunan massa. Komunikasi dilakukan menggunakan handphone, baik melalui telepon maupun WA, tujuannya untuk menaati protokol kesehatan (prokes).

Ardi Hartana menyampaikan, di era pandemi Covid-19 jajarannya berusaha melakukan sosialisasi perihal pemakaian masker, perlunya mencuci tangan dengan air mengalir, dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan massa,” jelasnya. (Hrd)

BERITA REKOMENDASI