Corona Semakin Meluas, Pengusaha Furniture Tak Boleh Loyo

BANTUL, KRJOGJA.com – Akibat wabah COVID-19 yang menjadi wabah dunia termasuk di Indonesia, iklim perekonomian dunia menjadi turun drastis. Meski demikian, pengusaha mebel dan furniture wajib bertahan.

Hal tersebut diutarakan salah satu pengusaha Nasional, Hashim Sujono Djojohadikusumo usai Talkshow “Memperkuat Ekosistem Furniture Industri Kecil Menengah (IKM) untuk Meningkatkan Keberterimaan Pasar Ekspor Furniture” dalam rangkaian Jogja Furniture and Craft Fair Indonesia (Jiffina) di Jogja Expo Center (JEC), Minggu (15/3/2020).

“Saya menyebut COVID-19 adalah bencana alam dunia. Meski demikian pengusaha mebel harus bersikap waspada dan tetap bertahan. Jangan loyo namun jangan pula lengah kemudian optimis berlebihan,” jelas Hashim.

COVID-19 imbuhnya berdampak pada ekonomi dunia. Pangsa pasar furniture Indonesia kebanyakan dari China , Eropa dan rata-rata merupakan wilayah pandemi.

“Pasar mebel dan furniture terkena dampak signifikan. Buyer mau membeli belum tentu laku juga dijual ke negaranya,” tambahnya.

Adapun Hashim mengimbau pengusaha mengikuti pedoman dari WHO. Sebelumnya Hashim menilai pemerintah terlalu menganggap enteng kasus COVID-19 saat ini ia menilai penanganan pemerintah sudah cepat.

“PR yang harus kita genjot adalah nilai ekspor furniture Indonesia kalah jauh dibandingkan Vietnam yang mencapai 11 Miliar US Dollar. Sementara Indonesia hanya 1,9 miliar US Dollar,” tambahnya.

Ketua Panitia, Timbul Rahardjo menambahkan nilai ekspor Indonesia memang tumbuh dengan baik. Meski demikian pertumbuhan nilai ekspor masij dibawah target karena pemerintah Indonesia menargetkan nilai ekspor menjacapi 2,5 miliar US Dollar.

“Dibandingkan dengan negara lain di ASEAN nilai ekspor Indonesia masih relatif kecil. Ini menjadi masalah bersama yang harus kita pecahkan dan mencari solusi,” jelasnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI