Covid-19, Bantul Kehilangan PAD Rp 97 Miliar

“Akhirnya diinformasikan Bantul dikenakan sanksi penundaan pencairan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Khusus (DAU) sampai TAPD melaksanakan refocusing kembali dengan pengalihan belanja modal dan jasa untuk dialihkan ke belanja tak terduga,” jelasnya.

Sekda menjelaskan pada hasil refocusing kedua, belanja barang dan jasa sebanyak 23,24 persen dan belanja modal sebanyak 57,9 persen. Belanja tak terduga menjadi Rp 145,4 miliar yang didapatkan untuk penanganan Covid-19 . “Dalam Refocusing kedua, Kemenkeu dapat memahami dan memberikan transfer sebesar 35 persen ke kas daerah sebelum lebaran yakni Rp 25,6 miliar,” urainya.

Bupati Bantul, Drs H Suharsono menambahkan meski dalam situasi serba sulit, pihaknya berharap baik ASN serta masyarakat diminta optimis dan terus berusaha menaati anjuran pemerintah. (Aje)

BERITA REKOMENDASI