Dana Kebencanaan di Bantul Minim

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mengaku dana cadangan untuk penanggulangan kebencanaan yang dianggarkan dalam APBD tergolong minim. Hal ini membuat penggunaannya harus dibuat seefisien mungkin. Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bantul pun mendesak dana kebencanaan ditambah.

Kepala BPBD Bantul Drs Dwi Daryanto MSi menuturkan alokasi dana kebencanaan dari APBD 2019 hanya dialokasikan sekitar Rp 100 juta. "Karena dana minim maka penggunaan harus dilakukan seefisien mungkin alias ngirit," jelasnya.

Ditambahkannya, BPBD juga harus melakukan pemilahan dan pencermatan jenis bencana yang dapat didanai dari alokasi anggaran ini. Meski demikian, imbuhnya apabila terjadi bencana besar BPBD dapat mengajukan pos dana tak terduga yang berada di kas daerah melalui rekomendasi bupati.

Adapun dana tak terduga ini setiap saat bisa direalisasikan dan dicairkan sewaktu-waktu. Dwi menambahkan dalam penanganan bencana tidak hanya dilakukan pemkab, tetapi sinergitas masyarakat, desa, dan stakeholder terkait serta instansi swasta dan dunia usaha.

"Untuk penanganan kebencanaan sinergitas antar-pemkab, masyarakat, instansi swasta dan stakeholder terkait tidak perlu diragukan. Hal ini nampak jika terjadi bencana secara sigap penanganan bantuan selalu cepat datang," tegasnya.

Anggota Banggar DPRD Bantul H Setiya, mengaku dana kebencanaan memang sangat minim. Maka dari itu harus perlu ditambah. Meski demikian, sebenarnya BPBD tidak perlu risau terkait pendanaan kebencanaan, hal ini karena Pemkab Bantul memiliki dana tak terduga sebesar Rp 20 miliar.

"Bantul selama ini memang kawasan rawan bencana dan seharusnya dana kebencanaan bukan hanya Rp 100 juta. Idealnya minimal lebih dari Rp 250 juta," jelasnya.

Dirinya berharap agar dana kebencanaan menjadi prioritas tetapi ketika membuat rencana program, sehingga desain anggarannya juga harus tepat. Jangan sampai justru kegiatan yang tidak perlu tapi kemudian diadakan.

"Ini menjadi kurang efektif. Kalau saya sangat mendesak anggaran akan ditambah dan akan kami rencanakan pembahasan untuk APBD Perubahan," tegas Setiya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI