Dana Pembangunan Bantul Dipangkas 80 Persen

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Anggaran dana pembangunan tahun 2020 di Kabupaten Bantul sebesar 80 persen atau sekitar Rp 160 miliar dialihkan untuk penanganan Covid-19. Anggaran pembangunan untuk jalan, gedung, jembatan sarana perairan dan lainnya, merupakan Dana Anggaran Khusus (DAK) dan Dana Anggaran Umum (DAU) seluruhnya sekitar Rp 200 miliar.

Proyek yang telanjur dilakukan proses lelang yang besarnya sekitar Rp 40 miliar atau 20 persen tetap bisa dilanjutkan. “Proyek yang sudah proses lelang tetap dilanjutkan. Tapi yang belum dilakukan lelang ya dibatalkan dulu, dana kembali ke Pemkab untuk mendanai penanganan Covid19,” jelas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPU-PKP) Bantul Bobot Ariffi’aidin ST MT.

Sementara ada informasi, kalau dana yang berasal dari pemerintah pusat akan tetap disalurkan ke daerah sebesar 50 persen, tapi hingga saat ini belum ada kejelasan. “Kalau ada mestinya sudah turun, karena harus mengejar batas waktu pelaksanaan proyek sesuai tahun anggaran,” ungkapnya.

Bobot mengemukakan, adanya wabah Covid-19 sangat berdampak terhadap proyek pembangunan di Bantul. Mestinya pembangunan infrastruktur sudah berjalan, tapi harus terhenti karena wabah Covid-19. Terhambatnya pembangunan infrastruktur menurut Bobot, akan berpengaruh juga terhadap perekonomian di Bantul. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI