Dana Terbatas, Bantul Tak Bisa Rapid Tes Klaster Indogrosir

BANTUL, KRJOGJA.com – Klaster Indogrosir disinyalir menjadi klaster tertinggi penyebaran Covid-19 di DIY. Sementara dari hasil tracing, ada 15 pegawai Indogrosir yang rapid tes menunjukkan reaktif. Dari sekian ini setelah dilakukan swab tiga di antaranya dinyatakan positif terinfeksi Covid-19.

Sementara itu Pemkab Bantul menyatakan belum mampu melakukan rapid tes warga Bantul yang pernah mendatangi Indogrosir. Hal ini karena dana untuk pengadaan rapid tes di Bantul terbatas.

“Kami sementara hanya dapat merawat 15 pegawai Indogrosir yang saat rapid tes menunjukkan hasil reaktif. Dari 15 ini, 2 dirawat di PKU dan 13 di Rumah Sakit Lapangan Covid-19. Satu pasien PKU dan 2 pasien di RS Lapangan menunjukkan hasil swab positif sementara 12 yang lain hasil swab belum keluar,” jelas Juru Bicara (Jubir) Gugus Penanganan Covid-19 Bantul, Sri Wahyu Joko Santoso kepada KRJOGJA.com, Minggu (10/5/2020).

Diakui dr Oky, sapaan akrab Sri Joko pihaknya mengaku belum mampu melaksanakan rapid tes massal warga Bantul yang pernah mendatangi Indogrosir lantaran keterbatasan anggaran pengadaan rapid tes.

“Kami belum mampu seperti Sleman yang melaksanakan rapid tes massal bagi warganya,” keluhnya.

BERITA REKOMENDASI