Dari Rekahan Tebing Muncul Air, Warga Dievakuasi

BANTUL, KRJOGJA.com – Rekahan sepanjang  50 hingga 70 meter terjadi ditebing  Dusun Watuwayang  Duwet Gentong Srimulyo Piyungan Bantul, Rabu (24/1). Dampak dari peristiwa itu dua rumah di bawahnya sudah dikosongkan pemiliknya.  

Khawatir rumah tertimbun longsor, perabotan dan material bangunan namun langsung dievakuasi. Sementara 7 jiwa dari dua KK tersebut langsung mengungsi ke tempat aman. Mencegah tebing longsor anggota Forum Penanggulangan Risiko Bencana (FPRB) Desa Srimulyo Piyungan dan warga berjibaku memasang terpal di lokasi rekahan.

Anggota Forum FPRB Desa Srimulyo Piyungan,  Suko mengatakan, sejak akhir pekan lalu rekahan sebenarnya sudah mulai terlihat. Namun setelah intensitas hujan meningkat rekahan makin lebar dan tanah juga ambles.  Dijelaskan amblesnya tanah tebing tersebut makin terlihat setelah patok yang ditancapkan didekat tembok rumah Ngadimin ambruk terdesak material tanah.

Suko mengatakan, setelah rekahan semakin lebar warga memutuskan untuk mengevakuasi perabotan dua rumah tersebut. Sementara Ngadimin selaku pemilik rumah mengatakan, sebelum ada rekahan dibelakang rumahnya tidak muncul sumber mata air. Namun setelah muncul rekahan, sekarang muncul sumber air dengan debit cukup besar. 

"Sebelum ada rekahan tidak kelihatan sumber air, tetapi sekarang sumber air tersebut sangat besar, " ujarnya. Tebing belakang rumahnya mulai 'mlorot' Ngadimin akhirnya memutuskan untuk meninggalkan rumah yang sudah ditempatinya selama 35 tahun itu. (Roy)

BERITA REKOMENDASI