‘Dawuh’ Sultan, Petani Bantul Siap Pasok Tembakau ke Taru Martani

BANTUL. KRJogja.com – Puluhan petani  dari berbagai desa di Bantul tertarik penanaman tembakau varitas Grompol agar bisa memasok ke pabrik PT Taru Martani.  Tembakau tersebut kemudian diolah menjadi bahan pembuatan rokok di perusahaan tersebut. Para petani tersebut tertarik untuk memenuhi ‘dawuh’ Sri Sultan Hamengku Buwono X  untum menjalin  kemitraan antara petani tembakau di DIY dengan Taru Martani yang merupakan perusahaan daerah milik Pemda DIY.  Sejauh ini tembakau yang menjadi bahan produksi Taru Martani berasal dari luar DIY.
“Sesuai dengan perintah Pak Gubernur DIY (Sri Sultan Hamengku Buwono X), agar terbangun kemitraan dengan petani tembakau di DIY, kami membuka peluang masuknya tembakau dari Bantul dan daerah lain di DIY,  sejauh memenuhi persyaratan produksi,” ujar Direktur PT Taru Matani Drs Nur Achmad Affandi MBA sewaktu menerima 50 petani tembakau Bantul,  Kamis (30/9). Ke-50 petani tersebut didamping pihak Dinas Pertanian DIY dan Dinas Pertanian Bantul meninjau proses produksi di PT Taru Martani dan meninjau tempat penanaman tembakau di Desa Tengil,  Gantiwarno Klaten sesuai dengan sesuai kriteria PT Taru Martani,  sekaligus melihat proses pengepulan dan cara penanganan pasca panen di tempat Joko Santoso.
Menurut Nur Achmad,  dengan kunjungan ini, diharapkan para petani mengetahui jenis dan kualitas tembakau yang dibutuhkan. Untuk kemudian mengubah kebiasaan tanam dan penanganan pasca panen. “Selama ini jenis tembakau yang ditanam berbeda dengan yang kita butuhkan, “ujarnya.
Dijelaskan,   hasil panen para petani biasanya   berwujud rajangan.  Sedangkan di Taru Martani yang dibutuhkan tembakau lembaran.
Selama kunjungan di Klaten,  para petani mendapat penjelasan dari Joko Santoso tentang jenis tembakau yang di tanam,  cara tanam hingga keuntungan yang diperoleh. Bahkan Joko menghadirkan para petani binaannya,  untuk mendapatkan informasi lebih lengkap.
Petani juga diperlihatkan penanganan pasca panen.
“Dari peninjauan ini,  banyak petani yang tertarik menanam tembakau sesuai kriteria yang diminta Taru Martani,” ujar Sarjono dari Dinas Pertanian, Pangan,  Kelautan dan Perikanan Bantul.
Apalagi dengan pola kemitraan,  terdapat kepastian jual dan harga. Sehingga tidak bingung,  tembakaunya mau di jual ke mana.
Dijelaskan,  petani yang ikut kunjungan dari Desa Srimulyo (Dusun Jasem dan Jolosutro), Dlingo,  Mangunan, Muntuk,  Temuwuh,  jatimulyo, Pleret,  Wonolelo. Bambanglipura,  Mulyodadi. Pundong,  Seloharjo (Dusun Kalisoko,  Nambangan dan dukuh).
Sejumlah petani mengkui bahwa kunjungan ini membuka mata mereka tentang penanam tembakau dan penanganan dari sisi lain dan tertarik untuk mengembangkannya sekaligus ikut menjadi mitra Taru Martani. (Jon)

BERITA REKOMENDASI