Delapan Warga Asing Masuk DPTHP Bantul

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Delapan orang Warga Negara Asing (WNA) masuk dan terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap Hasil Perbaikan (DPTHP) Pemilu 2019. Selain itu, ditemukan juga satu Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang dimiliki oleh dua identitas.

Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul Supardi menuturkan pihaknya sudah meminta jajaran Panwascam melakukan pengawasan secara intensif di tingkat bawah. Dalam koordinasi yang dilakukan Bawaslu dengan Dindukcapil menemukan data sekitar 77 orang WNA yang sudah melakukan rekam data. Sementara itu, delapan orang WNA di antaranya masuk dalam DPTHP.

"Awalnya data yang disampaikan oleh Kepala Dindukcapil Bantul hanya 43 orang WNA namun setelah kita kroscek ternyata ada 77 orang WNA yang sudah melakukan rekam data di Dindukcapil," jelasnya.

Dari hasil investigasi yang dilakukan Bawaslu, WNA tersebut punya kartu identitas tetapi bukan eKTP. Dalam kartu identitas itu dituliskan beberapa hal dalam bahasa Inggris seperti pekerjaan dan sebagainya.

Delapan WNA yang masuk DPTHP berasal dari Kretek, Banguntapan dan Kasihan. Temuan lain di Kasihan berupa NIK ganda. NIK ganda ini ditemukan atas nama Tukimin warga Bantul, dan Thiery Detournay nama WNA Belgia.

"Masuknya WNA menjadi DPTHP disebabkan beberapa faktor seperti kurang pahamnya pantarlih atau bisa jadi mereka tidak melakukan kroscek langsung di lapangan. Bisa jadi karena faktor kelalaian petugas," tegasnya.

Delapan WNA yang masuk DPTHP di antaranya Dominique Oberson, Linda Lou Fliam, Rudy Setyawan (WNA Belanda), Willem Cornelis, Maudy Calbo, Taeko Moromoto, Kamaru Azman dan Gittan Merete Gustafsson. (Aje)

BERITA REKOMENDASI