Demokrat Bantul: Ini Sangat Tidak Demokratis 

Editor: Ary B Prass

BANTUL, KRJOGJA.com- Kemelut seolah tidak pernah reda menyelimuti Partai Demokrat. Jika sebelumnya kisruh terjadi Partai Demokrat tingkat pusat. Kini menjelang pemilihan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat DIY justru muncul gejolak.  Bahkan DPC Partai Demokrat Kabupaten Bantul protes keras lantaran  munculnya bakal calon (Balon) yang diusung dari luar partai.
Sekretaris DPC Partai Demokrat Bantul, Hozi, Senin (29/11/2021) mengatakan jika Partai Demokrat Bantul menilai  munculnya beberapa bakal calon yang ditengarai dari luar partai menyulut polemik. Merujuk aturan partai,  bakal calon Ketua DPD atau DPC merupakan kader atau sudah punya kartu anggota partai.
“Kader sendiri tidak diberi kesempatan. Kami merasa hal ini sangat tidak demokratis,” ujarnya.
Merespons kondisi tersebut, pihaknya telah mengumpulkan seluruh pengurus DPC Partai Demokrat Bantul dan pengurus anak cabang (PAC) di Kabupaten Bantul. Langkah tersebut diambil sebagai reaksi terkait sikap DPD Partai Demokrat yang tidak demokratis.
Menurutnya, penilaian tidak demokratis  karena usulan nama bakal calon pengurus DPD Partai Demokrat DIY  tanpa memberitahukan kader. Selain itu, mereka ditengarai berasal dari luar partai. Hozi khawatir,  mereka para bakal calon  tersebut tujuannya bukan ingin memajukan partai tetapi sebaliknya menjerumuskan  partai.
Mestinya kata Hozi, pengurus DPD Demokrat DIY terbuka terkait pencalonan ketua DPD. Jangan langsung diususulkan ke DPP.   Selama ini pihaknya bersikap pasif, Ketua DPD Demokrat DIY sekarang akan mencalonkan kembali sebagai ketua sehingga kader di tingkat bawah menerima saja. Tetapi belakangan justru mengusung orang lain yang sama sekali tidak dikenal oleh kader Demokrat dan tidak memiliki KTA.

BERITA REKOMENDASI