Denda Rp 100 Ribu Tanpa Masker Mulai Diterapkan Pekan Depan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Jajaran Satpol PP Pemkab Bantul bersama instansi maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait menggelar simulasi Operasi Patuh Protokol Kesehatan di halaman Kantor Satpol PP Bantul dan dibuka Sekda Bantul Drs H Helmi Jamharis MM, Selasa (11/08/2020) kemarin. Sekda Bantul menekankan, upaya pencegahan penularan dan penanganan Covid-19 bukan hanya tanggungjawab Pemkab Bantul saja, tapi merupakan tanggung jawab bersama.

“Karena itu saya mengajak, semua warga agar mematuhi protokol kesehatan dan aturan lain yang bertujuan untuk menekan angka penularan Covid-19,” tegas Sekda Bantul.

Guna memasyarakatkan protokol kesehatan, Bupati Bantul mengeluarkan Perbup Bantul No 79 Tahun 2020, agar masyarakat mau mematuhi penerapan protokol kesehatan. Untuk itu, Satpol PP menggelar simulasi penindakan terhadap warga yang mengabaikan protokol kesehatan untuk persiapan Operasi Patuh Protokol Kesehatan.

Menurut Kasat Pol PP Bantul, Yulius Suharta MH, Operasi Patuh Protokol Kesehatan di Bantul dimulai pekan depan. Operasi Patuh Protokol Kesehatan menyasar ke tempat-tempat keramaian warga seperti pasar, objek wisata, jalur padat lalulintas dan lainnya.

Bagi warga yang terjaring operasi akan dikenakan sanksi sesuai Perbup Bantul. Bentuk sanksi bisa berupa sanksi administrasi dengan ditahan KTP-nya selama 14 hari, tidak mendapatkan pelayanan publik selama 14 hari, sanksi edukasi bela negara dengan melakukan push up dan sanksi denda sebesar Rp 100.000. “Yang sudah beberapa kali terjaring melakukan pelanggaran, bisa dikenakan denda sebesar Rp 100.000,” pungkas Yulius. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI