Menolak Ideologi Selain Pancasila, Densus 26 NU Bantul Dukung Pilkada Damai

BANTUL, KRJOGJA.com – Radikalisme merupakan suatu paham yang menghendaki adanya perubahan, pergantian, dan penjebolan terhadap suatu sistem didalam suatu negara dari tingkat atas sampai ke akar rumput. Radikalisme menginginkan adanya perubahan secara total terhadap suatu kondisi atau semua aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia tidak pernah lepas dari upaya-upaya perobohan dan penghancuran yang dilakukan oleh kelompok radikal yang pernah dan masih eksis di Indonesia diantaranya ada sebutan radikal kiri yaitu faham yang menganut komunisme. Kemudian ada sebutan radikal kanan yaitu aksi terorisme yang sama-sama membahayan kehidupan berbangsa dan bernegara. Pemerintah melalui instrumennya diantaranya Polri, TNI, BIN dan BNPT serta dibantu oleh komponen bangsa lainnya telah dan akan terus melakukan upaya-upaya pencegahan maupun penindakan terhadap aksi terorisme dan jaringannya.

Densus 26 NU Bantul, yang merupakan sayap dari Ormas Nahdlatul Ulama secara tegas menolak segala faham ataupun ideologi yang bertentangan dengan Pancasila seperti komunisme, radikalisme, terorisme dan faham yang ingin mendirikan negara agama.

“Marilah kita sama-sama jaga Negara Kesatuan Republik Indonesia yang telah didirikan oleh para pejuang kita yang telah berjuang mendirikan negara Indonesia berdasarkan Pancasila, marilah kita jaga Pancasila dari rongrongan-rongrongan dari organisasi-organisasi terlarang yaitu organisasi yang bersifat yang berpaham komunis dan juga radikal, marilah negara ini karena negara ini adalah titipan dari pendahulu kita yaitu pejuang kita, kita jaga sebaik-baiknya jangan sampai negara ini pecah belah seperti negara-negara di Timur Tengah yang akan memperjuangkan negara Islam namun akhirnya bubar menjadi negara kecil-kecil dan sampai sekarang tidak ada amannya,” ujar Jumakir, salah satu tokoh Ormas Densus 26 NU Bantul.

BERITA REKOMENDASI