Dewan dan SAR Imbau Jangan ‘Padusan’ di Pantai

Editor: KRjogja/Gus

KRETEK, KRJOGJA.com – Sehari menjelang datangnya Bulan Ramadan masyarakat diminta tidak menggelar tradisi padusan di Pantai Parangtritis Kretek Bantul. Himbauan SAR tersebut disampaikan untuk mencegah meluasnya penyebaran Covid-19. Hal ini karena dalam beberapa hari terakhir banyak masyarakat mengunjungi objek favorit di Bantul itu.

Anggota SAR Wilayah 3 Pantai Parangtiris Kretek Bantul yang juga sesepuh SAR Parangtritis Ali Sutanta Jaka Saputra, Rabu (22/4) mengatakan, prinsipnya Tim SAR mengikuti himbauan pemerintah yakni social distancing dan physical distancing. Dengan demikian masyarakat yang bakal melaksanakan tradisi padusan mestinya tidak dilakukan.

“Kami berharap dan mengimbau untuk tahun ini karena kondisi Covid-19, tradisi padusan tidak dilaksanakan,” ujarnya.

Kendati begitu, jika ada pengunjung nekat melakukan tradisi padusan. Personel SAR dan jajaran Dit Polair Polda sudah siap melakukan pengamanan. “Konsekuensi yang mesti kita lakukan ketika ada yang tetap padusan ialah, kita sudah menyiapkan 20 personil SAR Pantai Parangtritis ditambah personil dari Dit Polair Polda DIY,” ujar Ali.

Ali menjelaskan, kendati Pantai Parangtritis ditutup untuk wisatawan sampai 30 April 2020. Pada kenyataannya sekarang ini wisatawan mulai berdatangan ke Pantai. “Untuk saat ini memang sudah banyak wisatawan bermain di pantai. Tentu kita juga harus menjalankan tugas kita,” ujarnya.

Sementara anggota DPRD Bantul dari Fraksi PKB Suradal mengatakan, Dinas Pariwisata tentu mesti berkoordinasi dengan instansi terkait menyikapi tradisi padusan. Jika perlu padusan tersebut tidak harus dilakukan di pantai tetapi di rumah masing-masing. Jangan sampai tradisi padusan itu justru menjadikan Covid -19 menular.

“Kalau boleh menyarankan, alangkah baiknya masyarakat untuk sementara tidak melakukan padusan di pantai. Semua demi kebaikan bersama supaya Covid -19 segera berakhir,” ujar Suradal. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI