Dewan: Penambangan Gumuk Parangtritis Harus Dihentikan!

Editor: KRjogja/Gus

KRETEK (KRJogja.com) – Maraknya penambangan dikawasan gumuk pasir kawasan Parangtritis Kretek Bantul membuat DPRD Bantul angkat bicara. Tindakan tersebut mesti segera dihentikan, karena dengan alasan apapun mengeruk pasir di kawasan gumuk dilarang. Oleh karena itu sebelum semua habis ditambang, pemerintah daerah Bantul, pihak kepolisian dan dinas terkait harus cepat bertindak. 

Sebagaimana diketahui praktik penambangan di kawasan Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Parangtritis Kretek Bantul tidak hanya siang hari. Namun pengerukan pasir bertekstur halus itu juga dilakukan malam hari.

“Keberadaan gumuk pasir di Parangtritis Kretek Bantul merupakan kekayaan alam yang tidak bisa ditemukan disembarang tempat, tetapi mengapa justru terjadi pencurian pasir gumuk tetapi dibiarkan saja,” ujar anggota Komisi B DPRD Bantul, Suradal, Rabu (7/3).

Baca Juga : 

Penambangan Liar Gumuk Pasir Sudah Kelewatan!
Penambangan Gumuk Pasir Parangtritis Kebal Protes, Ada Apa?
Gumuk Pasir Parangkusumo Terendam Air

Sedang salah satu warga yang enggan disebut jatidirinya mengatakan, penambangan pasir di kawasan gumuk itu sudah terjadi cukup lama. Pengembilan pasir pada awalnya dulu dilakukan sore hingga malam atau dini hari sampai matahari muncul. Namun karena terus dibiarkan pengerukan dilakukan secara terang-terangan.

“Awalnya dulu hanya malam hari. Tetapi mereka samakin berani dan penambangan sepanjang hari termasuk malam hari,” ujarnya. Sumber tersebut heran mengapa praktik tersebut tidak pernah dihentikan. Padahal daerah tersebut area gumuk pasir, kekayaan alam yang tidak bisa ditemukan disembarang tempat.

Sementara Sekretaris DLH Bantul, H Indriyanta SIP sudah melakukan pengecekan langsung ke lapangan terkait dengan penambangan gumuk itu. Pihaknya sempat bertanya kepada penambang alasan mengeruk pasir itu. “Saya tanya katanya hanya untuk urug lapangan voli, tetapi saya tahu jelas tidak mungkin  material pasir sebanyak itu semua untuk buat lapangan voli,” ujarnya. 

Oleh karena itu pihaknya akan kembali melakukan pengecekan dilapangan jika ada pelanggaran sudah semestinya ditindak sesuai hukum yang berlaku. Menurutnya alasan penambang sekadar untuk kebutuhan lapangan voli tidak masuk akal. Karena bekas  galiannya juga sangat luas, sehingga mau untuk membuat berapa lapangan. (Roy/Aje)

BERITA REKOMENDASI