Di Era Pandemi, Kampanye Virtual Tak Efektif

BANTUL, KRJOGJA.com – Pada era pandemi Covid-19, penurunan angka partisipasi pemilih rentan terjadi. Hal ini karena keterbatasan pertemuan tatap muka  dan mengganti dengan kampanye secara virtual dianggap kurang efektif dilaksanakan utamanya pada momen Pilkada 9 Desember mendatang.

Koordinator Komite Independen Sadar Pemilu (KISP), Moch Edward Trias Pahlevi kepada KR, Sabtu (25/7) menuturkan di era pandemi dan resesi ekonomi, calon yang menggunakan politik uang sangat berpeluang memenangkan pilkada.

“Adapun definisi calon petahana yakni siapapun yang mencalonkan diri dan mendapatkan akses kemudahan seperti halnya petahana. Dalam hal ini di Bantul baik Bupati dan  Wabup sama-sama mencalonkan diri mereka sama-sama

mendapatkan akses fasilitas yang sama. Baik dari sisi jaringan , fasilitas kampanye dan sebagainya,” jelasnya.

Potensi pelanggaran lain imbuhnya yaknirentan terjadi penyewengan bansos untuk kampanye. Hal lain yang perlu dikritisi lain soal pengerahan dan peran ASN dalam upaya memenangkan salah satu paslon

“Catatan lain, dalam Pilkada era pandemi yakni kampanye dan pendidikan politik yang bergeser ke virtual dan digital menjadi kurang menarik. Orang tidak akan tertarik mengikuti kampanye secara virtual,” jelasnya.

Ditambahkannya, potensi money politik selain bansos juga rawan dilakukan dengan dalih membeli kuota.

“Problem lain yakni laporan dana kampanye yang rentan tak sinkron. Padahal laporan dana kampanye yang tak sinkron berdampak pada rentan kejadian penyelewengan dana,” tutupnya. (Aje)

BERITA REKOMENDASI