Didik Tewas Mengapung di Sungai Opak

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Didik Sumaryono (25) warga Pedukuhan Ngaglik RT 32, Pendowoharjo Sewon Bantul, ditemukan tewas di Sungai Opak Dusun Bungkus Parangtritis Kretek Bantul  Kamis, (11/8). Sebelum ditemukan tewas lelaki tersebut meninggalkan rumah Sabtu (6/8) malam setelah acara pertemuan pemuda selesai.

 

Hingga kini pemicu tewasnya lelaki yang terkenal aktif dalam organisasi dikampung ini menimbulkan banyak spekulasi.  Namun ada informasi jika korban sering lelaku untuk mencari ilmu.

Kapolsek Kretek Bantul Kompol Salim didampingi Kanit Reskrim Polsek Kretek AKP Suparlan SH mengtakan, sebelum terungkap identitasnya Minggu (7/08) warga menemukan motor Suzuki Smash warna biru hitam nopol AB 5724 YG disisi  utara Jembatan Kretek. Setelah dilakukan pelacakan diketahui motor tersebut milik Didik Sumaryono. Dengan bekal temuan itu petugas Polsek Kretek menghubungi pihak keluarga. Pencarian  dilakukan dengan menyisir dari Jembatan Kretek hingga Laguna Depok.

Akhirnya Didik ditemukan tewas oleh saksi Warsudi (72 ) ketika mencari rumput di tepi Sungai Opak sekitar pukul 07.30 Wib. Awalnya, saksi curiga setelah sosok mirip tubuh manusia terapung di tepian sungai. Setelah didekati ternyata didepannya sesosok mayat. Hasil pemeriksaan dari Unit Inafis Polres Bantul dan dokter Pukesmas Kretek, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.  Kemudian oleh SAR Parangtritis dibawa ke rumah duka untuk sekalian dimandikan.

Lurah Desa Pendowoharjo Sewon Bantul, Hilmi Hakimudin didampingi Pj Dukuh Pedukuhan Ngaglik Pendowoharjo Sewon  Mujadi mengatakan, korban meninggalkan rumah  Sabtu (6/8) sekitar pukul 22.00. Malam itu sebenarnya baru selesai pertemuan pemuda Pedukuhan Ngaglik. "Setelah pertemuan itu, korban sempat bilang teman-temannya akan pergi, tetapi tujuannya kemana tidak ada yang tahu," ujar Hilmi.

Selama ini korban terkenal rajin mengikuti banyak kegiatan kampung. Termasuk ikut masuk kelompok kesenian Islami hadrah. Sejauh ini korban juga tidak pernah ada persoalan dengan keluarga dan warga sekitar.  Namun Hilmi mengungkapkan, bahwa korban memang punya kebiasaan lelaku untuk mencari ilmu. "Kami tidak tahu pasti penyebab meninggalnya korban, sejak awal tidak pernah ada masalah dengan orang rumah dan warga sekitar," ujarnya. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI