Dinas Disebut ‘Bawa’ Koperasi Bertemu Petani, Dewan: Jangan Sampai Masyarakat Kehilangan Kepercayaan

Editor: Ary B Prass

IMOGIRI, KRJogja.com– Janji pihak koperasi melunasi pembayaran bawang merah untuk puluhan petani di Dusun Nawungan Kalurahan Selopamioro Kapanewon Imogiri Bantul Sabtu akhir pekan lalu meleset. Petani yang sudah lama menantikan pembayaran kembali dibuat kecewa.
Petani sangat berharap koperasi segera melunasi   pembayaran agar persolan tidak kian runcing. Kemelut muncul ketika puluhan ton bawang merah petani di Nawungan Selopamioro senilai Rp 300 juta lebih belum dibayar koperasi.
“Sabtu lalu  perwakilan petani dan pengurus berkumpul di Omah Kopi, tetapi orang dari koperasi tidak hadir. Sehingga belum ada pembayaran kekurangan seperti yang dijanjikan. Dari awal pertemuan pihak koperasi hanya janji janji saja terus,”  ujar Ketua  Kelompok Tani  Lestari Mulyo Dusun Nawungan 1 Desa Selopamioro Kecamatan Imogiri Bantul, Juwari, Minggu (8/8/2021).
Dijelaskan, tunggakan pembayaran yang  dialami puluhan petani di Dusun Nawungan Selopamioro berimbas luas terhadap aktivitas dikawasan itu. Kelompok Tani Lestari Mulyo tengah menggulirkan program listrik masuk lahan yang diikuti 61 pendaftar.  Namun karena persoalan tersebut, ada beberapa belum sanggup membayar. “Tetapi kami dari kelompok berusaha  pendaftar yang belum bisa membayar kami  genapi sesuai ketentuan, sehingga program bisa berjalan  dan tidak terhambat,” jelasnya.
Nantinya program listrik masuk lahan tersebut difungsikan untuk siram tanaman, kerja lembur, pemasangan lampu perangkap hama dan mendukung sektor pertanian lainnya. Oleh karena itu, Juwari minta koperasi segera melunasi pembayaran.  Menurutnya ketika awal masuk koperasi tersebut memang dibawa Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul.
Bahkan dari pihak koperasi dalam pertemuan dengan petani waktu itu menyampaikan hal  yang ’empuk -empuk’ atau menjanjikan. Meski begitu tidak semua petani setuju ada pula yang kontra. Sehingga dalam perjalanannya ketika panenpun tidak semua bawang merah masuk ke koperasi tersebut.  Bahkan peristiwa pilu tersebut juga sudah disampaikan ke Bupati Bantul Abdul Halim Muslih.
Terpisah Anggota DPRD Bantul dari Partai Golkar H Suryono SE SM, mengungkapkan jika memang benar DPPKP Bantul yang membawa koperasi ke kelompok tani. Mestinya tidak sekadar ikut mendampingi, tetapi harus ikut tanggungjawab sepenuhnya dalam pembayaran. Orang dinas tentu banyak orang pintar yang mampu menyelesaikan persoalan tersebut.
“Dinas harus hadir ketika petani menghadapi masalah, jangan sampai  masyarakat tidak percaya lagi kepada dinas,” ujar Suryono. (Roy)

BERITA REKOMENDASI