Dinilai ‘Mlempem’ Bawaslu Bantul Dapat Hadiah Krupuk

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Langkah Bawaslu Kabupaten Bantul menghentikan kasus penyidikan dugaan politik uang oleh Cabup/Cawabup Suharsono -Totok Sudarto (NoTo) memasuki babak baru. Jika sebelumnya Forum Pemantau Pilkada Bantul Bebas Politik Uang dibuat meradang. Kini giliran Aktivis Jogja Corruption Watch (JCW) membuat aksi protes terhadap keputusan Bawaslu tersebut, Jumat (4/12).

Aktivis JCW, Baharuddin Kamba melakukan aksi tunggal dengan memakai surjan lurik garis lurus dan membawa sebungkus kerupuk ‘mlempem’. Aksi tunggal diawali dengan jalan kaki dari Pasar Bantul menuju kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Bantul yang terletak di jalan Sudirman.

Dijelaskan, aksinya dengan membawa krupuk mlempem sebagai simbol dan harapan kepada Bawaslu Bantul supaya tegas menindak pelanggaran dalam Pilkada Bantul. JCW minta Bawaslu Bantul tidak mlempem seperti krupuk saat menangani dugaan politik uang. Karena Kabupaten Bantul termasuk wilayah rawan terjadinya politik transaksional.

Terkait sejumlah uang mainan dan amplop yang dibawa, hal tersebut sebagai simbol perlawanan menolak politik uang. Dengan politik uang bakal melahirkan pemimpin korup dan tidak amanah. Dalam aksinya Baharudin Kamba juga menyerahkan surat yang diterima Ketua Bawaslu Bantul, Harlina.

Sementara Forum Pemantau Pilkada Bantul Bebas Politik Uang pesimis gerakan moral tolak politik uang yang didengungkan selama ini berhasil. Dihentikanya kasus dugaan politik uang oleh Cabup/Cawabup Drs H Suharsono -Totok Sudarto oleh Bawaslu Kabupaten Bantul sudah meruntuhkan semangat melawan politik uang dalam Pilkada Bantul. Sementara Pemdes Murtigading Sanden Bantul tengah menggodok Perdes Anti Politik Uang (APU).

BERITA REKOMENDASI