Dinkes Gelar Tes PCR Acak, Pastikan PTM Aman dari Covid

Editor: Agus Sigit

PANDAK, KRJogja.Com ‎– Tes swab PCR acak dengan sasaran siswa sekolah jenjang SD hingg SMA/SMK sederajat di Bantul digencarkan. Program tersebut diselenggarakan Dinas Kesehatan Bantul kerjasama dengan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Kabupaten Bantul. Tes swab PCR acak dimulai 16-22 November 2021. Hari pertama Selasa (16/11) menyasar siswa dan guru sekolah dasar, kemudian Rabu (17/11), SMP sederajat, Kamis (18/11) dan Senin (22/11) siswa tingkat SMA/SMK sederajat.

Pantauan KR dilapangan, Selasa (16/11), hari pertama salah satunya digelar di SD Daleman, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak Bantul. Dalam program tersebut, 11 siswa dan dua orang guru dipilih acak untuk menjalani swab PCR. Mereka dilayani dua tenaga kesehatan dari Puskesmas Pandak II. “Dalam kegiatan ini kami sudah menyiapkan 11 siswa dan dua orang guru untuk ikut swab PCR acak ini,” kata Kepala Sekolah SD Daleman, Rindarti.

Dijelaskan, sejak pandemi hingga kini tidak satupun warga sekolah terpapar Covid-19. Bahkan ketika pelaksanaan PTM sampai sekarang tidak ditemukan warga sekolah yang terpapar Covid-19. “Sejuah ini aman tidak ada siswa, guru atau karyawan sekolah terpapar Covid-19. Kami senang sekolah ini jadi tempat swab PCR secara acak. Ketika hasilnya negatif kami makin percaya diri menggelar PTM,” jelasnya.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul, dr Sri Wahyu Joko Santosa mengatakan, khusus swab PCR acak menyasar 33 warga sekolah di SD-SMP sederajat. Kemudian 23 sekolah SMA/SMK sederajat di Kabupaten Bantul. “Swab acak selain siswa juga guru dan karyawan sekolah dilakukan tenaga kesehatan dari puskesmas di wilayahnya masing-masing,”ujarnya. Hasil swab acak akan keluar dari BBTKL dalam waktu satu hari. Hasilnya tidak akan diumumkan nama individu maupun sekolah.

Sementara anggota Komisi D, DPRD Bantul Eko Sutrisno Aji SE disela meninjau pelaksanaan swab PCR di SD Daleman, mengatakan, swab PCR acak bagi warga sekolah sangat penting. Hal tersebut untuk memastikan kesehatan dan ketika hasilnya negatif. Sekolah lebih semangat untuk menggelar PTM. “Saya bisa memahami orang tua kesulitan mendampingi anaknya ketika pelajaran secara daring. Orang ingin anaknya masuk sekolah,”ujarnya. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI