Direksi KR Silaturahmi ke Bupati Bantul

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRjogja.com – Jajaran Direksi SKH Kedaulatan Rakyat Yogyakarta melakukan kunjungan silaturahmi atau audensi ke Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih, Selasa (30/11). Jajaran Direksi KR meliputi Komisaris Utama Prof DR Inajati Adridijanti, Direktur Utama M Wirmon Samawi SE MIB, Direktur Keuangan Imam Satriyadi SH, Direktur Produksi Baskoro Jadi Prabowo SSos, Direktur Pemasaran Fajar Kusumawardhani SE, Direktur Umum Yuriya Nugroho Samawi SE MM MSc, Perwakilan Redaksi Musahada, Kabag Iklan Agung Susilo dan Kabag Promosi Trimurti Widayanto, diterima langsung oleh Bupati Bantul di ruang kerja Bupati, lantai dua Komplek Pemkab Bantul.

M Wirmon Sawawi SE MIB menyampaikan maksud dan tujuannya Jajaran Direksi SKH Kedaulatan Rakyat yakni untuk silaturahmi dan kerjasama dalam pemberitaan untuk disampaikan kepada masyarakat, utamanya pemberitaan hasil pembangunan Pemerintah Kabupaten Bantul.

Menurut H Abdul Halim, selama ini kerjasama Pemkab Bantul dengan awak media yang melakukan peliputan di wilayah Bantul yang mempunyai wadah Forum Pewarta Bantul (FPB) sudah terjalin dengan baik, termasuk dengan Kedaulatan Rakyat.

Terkait dengan kondisi perekonomian di wilayah Kabupaten Bantul, menurut Bupati Bantul, hingga saat ini sektor industri merupakan sektor pertama penyangga ekonomi , disusul urutan ke dua sektor pertanian dan ke tiga sektor pariwisata. ” Ketiga sektor industri, pertanian dan pariwisata ini yang paling banyak menyangga perekonomian di Bantul,” paparnya.

Di Bantul banyak industri kerajinan atau industri kreatif yang pemasarannya ke seluruh penjuru dunia. Sedangkan sektor pertanian paling diunggulkan budidaya tanaman bawang merah dan cabe merah, terutama di wilayah Imogiri, Kretek dan Sanden. Kualitas bawang merah di Bantul dinilai cukup bagus sehingga laku di pemasaran.

Guna mendukung persediaan pangan nasional, sektor pertanian di Bantul diatur dengan program penyediaan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LPPB). Yakni penyediaan lahan pertanian di Bantul tidak boleh kurang dari 14.000 hektare, untuk budidaya bawang merah dan cabe merah sendiri 500 hektar.

Sementara sektor pariwisata di Bantul merupakan penyangga ekonomi ketiga setelah sektor industri dan pertanian. Destinasi wisata di Bantul sebagian besar dikelola oleh kelompok masyarakat. Yang dikelola pemerintah kabupaten dan memasok untuk Pendapatan Asli Daerah hanya Pantai Parangtritis, Goa Selarong dan Goa Cerme. (Jdm)

 

 

 

BERITA REKOMENDASI