Dishub Bantul Ancam Cabut Izin Parkir ‘Nuthuk’

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bantul mengancam akan mencabut izin penyelenggara parkir jika petugas secara sengaja menaikkan tarif menjadi dua kali lipat atau lebih. Tarif parkir nuthukyang rentan terjadi selama musim liburan ini dapat memperburuk citra pariwisata di Kabupaten Bantul.

Kepala Dishub Bantul Aris Suharyanta MM, kepada wartawan, Jumat (14/06/2019), menuturkan pihaknya mendapatkan laporan adanya petugas parkir di kawasan objek wisata Pantai Parangtritis yang memasukkan uang kebersihan dalam karcis parkir. Kondisi tersebut imbuhnya, terbukti melanggar peraturan. Hal ini karena kebersihan bukan merupakan ranah Dishub tetapi Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

"Padahal sebelumnya sudah sosialisasi dan warning, kalau tarifnya melebihi standar. Dari penyisiran kami beberapa temuan di antaranya terdapat titiktitik yang tarifnya melebihi ketentuan dan mencetak tiket parkir dan jasa kebersihan sehingga dia memungut Rp 10.000. Jadi tarif Rp 10.000 ini dibagi menjadi dua, untuk parkir Rp 5.000 dan Rp 5.000 untuk jasa kebersihan. Ini jelas melanggar," paparnya.

Terpisah, Kepala Seksi (Kasi) Manajemen Rekayasa Lalu lintas Dishub Bantul Sapto Wijanarko, menuturkan berdasarkan laporan petugas di lapangan kondisi ini hanya terjadi di kawasan Parangtritis saja termasuk Gumuk Pasir. Sementara objek wisata lain dipastikan aman dan tak ditemukan pelanggaran parkir.

Ditegaskan Sapto, jika penyelenggara parkir masih mencetak dan menggunakan karcis yang sama, Dishub akan memberikan teguran maksimal tiga kali. Jika tak diindahkan, Dishub terpaksa mencabut izin penyelenggara parkir. (Aje)

BERITA REKOMENDASI