Disperindag DIY Gelar Seminar ‘Fashion A to Z’

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Saat ini fashion menjadi salah satu unsur ekonomi kreatif. Sebab, banyak muncul produk kreatif yang didukung dengan SDM terampil dan berbakat serta efisien juga efektif dalam memanfaatkan sumber daya alam.

Untuk mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY melalui anggaran dana Keistimewaan di tahun 2019 melaksanakan program pengembangan kearifan lokal dan potensi budaya dengan menyelenggarakan seminar di ajang Jogja Fashion Week (JFW) 2019 di Jogja Expo Center (JEC), Kamis (31/10/2019).

"Seminar ini sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing industri fashion di DIY. Tentu tujuan lain untuk mendorong berkembangnya desain produk kreatif serta meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan IKM industri kreatif bidang fashion," terang Sekretaris Disperindag DIY Drs Sutiknar saat membacakan sambutan Kepala Disperindag DIY Ir Aris Riyanta MSi.

Salah satu narasumber seminar Jogja Fashion Week (JFW) dengan tema 'Fashion A to Z', Ali Charisma, Fashion Designer atau National Chairman of Indonesian Fashion Chamber (IFC) mengatakan, mengembangkan bisnis fashion itu sama halnya dengan dunia kuliner. Menurutnya, saat mendesain baju itu seperti orang memasak makanan. Kalau kebanyakan garam nanti akan asin.

Lebih jauh Ali menjelaskan, komposisi warna tidak boleh berlebihan atau sedang dan umum. Dikatakan demikian karena yang dibutuhkan pasar adalah sesuatu yang umum. Hanya saja, yang membedakan nanti ada pada kualitas produk itu sendiri. (Adk)

BERITA REKOMENDASI