DLH Optimis Program Strategis Bupati Terealisasi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bantul, Ari Budi Nugroho ST MSc optimis disisa waktu tiga tahun program strategis Bupati Bantul, Bantul Bersih Sampah Tahun 2025 (Bantul Bersama) tercapai. Sejumlah langkah ditempuh agar mindset masyarakat dalam menyikapi persoalan sampah terus membaik. Sementara dari lingkungan akademisi menekankan agar edukasi pengelolaan sampah mesti dirintis sejak lingkungan keluarga, RT, dusun, kalurahan, kapanewon dan pemerintah daerah.

“Disisa waktu 3 tahun ini, langkah-langkah strategis yang dilakukan Pemda Bantul dalam rangka percepatan menyukseskan program tersebut diantaranya, mengedukasi dan membangun budaya masyarakat tentang pentingnya pengurangan sampah dari rumah tangga,” ujar Ari, Rabu (06/04/2022).

Selain itu, tidak kalah penting ialah pengelolaan sampah selesai disetiap kalurahan lewat optimalisasi Tempat Pengelolaan Sampah Reuse, Reduce, dan Recycle (TPS3R). Termasuk membangun unit usaha pengelolaan sampah berbasis BUMDes/BUMKal. Tentunya konsep tersebut mesti disuport dengan pengadaan sarpras pengelolaan sampa serta menyiapkan kebijakan penganggaran dan insentif dalam pengelolaan sampah.

Menurut Ari, kunci keberhasilan program strategis ini adalah kolabiratif, masif dan berkelanjutan. Kolaboratif artinya bahwa program ini harus didukung dan dilakukan oleh berbagai pihak mulai Pemda, kalurahan, perguruan tinggi, dunia usaha, masyarakat. Sedang masif ialah, program ini dilakukan serentak diseluruh Bantul sampai pada level rumah tangga. “Berkelanjutan mengandung arti program dilakukan secara terus menerus oleh semua pihak,” ujarnya.

Sementara Dosen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta, Dedy Wijayanti MHum mengungkapkan, kunci utama penanganan sampah untuk mensukseskan Gerakan Bantul Bersama setidaknya terdapat dua hal yakni memaksimalkan (Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) di setiap kalurahan agar bergerak di Unit pengolahan sampah meliputi manajemen pengelolaan sampah ditingkat kalurahan. Kemudian program itu berkolaborasi antara pemerintah kalurahan, BUMKal, Bamuskal serta TP PKK Kabupaten.

“Pengelolaan sampah mandiri di kalurahan tersebut serta stakeholder terkait misal industri yg ada di desa, kecamatan, atau kabupaten jelas punya peran sangat strategis, ” jelasnya.

Terlebih Pemerintah Kabupaten Bantul sudah mengeluarkan Peraturan Bupati tentang Pengelolaan sampah ditingkat kalurahan. Kemudian sudah mengeluarkan peraturan tentang Dana Insetif Kalurahan (Dikal). Selain itu juga mengeluarkan reward atas kalurahan yang masuk kategori A, B atau C dg reward 500 juta per desa jika masuk kategori A. “Aturan dan indikator tertuang jelas dan disampaikan oleh Dinas PMD,” jelasnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI