Dongkrak Kunjungan Wisman, Gumuk Pasir dan Makam Raja Jadi Unggulan

BANTUL, KRJOGJA.com – Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul terus berusaha serius dalam mendongkrak kunjungan wisatawan mancanegara. Sehingga kedepan, Bantul tidak hanya jadi tempat favorit wisata lokal untuk berlibur, tetapi juga dilirik wisatawan mancanegara.  Salah satu potensi yang bakal dijadikan komoditas unggulan bagi wisatawan asing ialah gumuk pasir, makam-makam raja Yogyakarta di Imogiri.

Baca Juga: Ingin Maju, Wilayah Selatan Mesti Cepat Membuka Diri

Kepala Dinas Pariwisata Bantul Drs Kwintarto Heru Prabowo SSos, Jumat (6/7/2018) mengatakan, keberadaan gumuk pasir dan Makam Raja Yogykarta  di Imogiri punya ciri khas dan karakteristik beda dengan objek lainnya. Sehingga dua objek tersebut dinilai mampu mendongkrak untuk menggiring wisatawan mancanegara datang ke Bantul. Keberadaan gumuk pasir di dunia ini hanya ada dua, salah satunya berada di Kabupaten Bantul. Kwintarto menilai, keberadaan lautan pasir tersebut sangat khas karena jarang ditemui di tempat lain. Hal itu yang akan  ditawarkan ke  pelaku wisata di dunia.

Sementara khusus makam raja di Imogiri justru menjadi destinasi unggulan. Karena perpaduan antara wisata sejarah dan budaya.  Lingkungan makam juga didukung dengan adanya sentra kerajinan batik, kuliner sehingga bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan. “Objek gumuk pasir dan makam raja di Imogiri menjadi unggulan untuk manarik wisatawan asing,” jelasnya.

Oleh karena itu untuk mejadikan dua objek itu sebagai destinasi unggulan. Dinas Pariwisata tidak bisa sendirian dalam melakukan promo, tetapi harus berkoordinasi dengan instansi terkait.  “Kami akan komunikasi dengan keraton terkait dengan objek makam raja di Imogiri dan gumuk pasir. Dinas siap mengembangkan dua lokasi ini untuk menjadi tujuan utama wisatawan luar negeri,” jelasnya.

Merujuk data Dispar Bantul, kunjungan wisatawan luar negeri ke Bantul minim. Tahun 2017 lalu, jumlah kunjungan sebanyak 3,7 juta, sedang wisatawan asing dikisaran 10.000an orang. Angka tersebut masih sangat kceil dan perlu digenjot lagi. Oleh karena itu, pihaknya selain menyiapkan destinasi unggulan, juga menambah faslilitas dan sarana pendukung.  Diharapkan dengan program yang disiapkan berdampak positif pada jumlah kunjungan.
“Sekarang ini masih dalam perencanaan, tetapi kami berharap di tahun 2020 peningkatan kunjungan wisman bisa terlihat secara signifikan,” jelansya.

Anggota Komisi B DPRD Bantul, Suradal mendukung sepenuhnya  Dispar Bantul dalam upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan asing. Karena target itu sudah sejalan dengan program menjadikan pariwisata Bantul dikenal di dunia internasional.

Namun untuk mewujudkan hal tersebut dibutuhkan keseriusan dalam pengembangan. Keseriusan tersebut dapat dilihat mulai dari grang desain perencanaan, pembangunan infrastruktur sarana prasarana pendukung, serta promosi. “Selain itu dalam pembangunan harus ada integrasi kawasan antara satu destinasi ke destinasi lain sehingga bisa saling melengkapi sehingga akses bagi wisatawan menjadi lebih mudah,” jelasnya.(Roy)

 

BERITA REKOMENDASI