Dr Kintoko: 40 Persen Jamu Dikuasai China

Editor: KRjogja/Gus

YOGYA, KRJOGJA.com – Sejak tahun 2014 soal jamu mulai diakui eksistensinya. Setidaknya dari lembaga pemerintah sudah membuat tagline, Jadikan jamu tamu terhotmat di luar negeri, tuan rumah di negeri sendiri. 

"Jamu itu sebenarnya tamu terhormat, tetapi selama ini diabaikan," kata Dr Kintoko MSc Apt, Direktur Kantor Urusan Bisnis Inovasi (KUBI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dalam Workshop dan Pelatihan Seputar Herbal di kampus 2 UAD, Jalan Pramuka, Sidikam Umbulharjo, Sabtu (25/1/2020). 

Menurut Kintoko, jamu sebenarnya menjadi kekayaan luar biasa bagi Indonesia. "Survei juga membuktikan, jamu di Indonesua potensi pasarnya 59,6 persen. Sebanyak 40 persen, jamu dari negara China masuk ke Indonesia. Ironisnya, jamu dari Indonesia susah masuk ke China," ujarnya terus terang.

 Ketika ditanyakan, bagaimana potensi jamu di DIY, dalam pengamatan Kintoko, ada sekitar 30 Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) yang sering berkomunikasi dan melakukan pelatihan, termasuk digital marketing herbal. 

"UKOT ini sangat bersemangat untuk terus maju yang efeknya pada kesejahteraan," ujar dosen UAD. 

Dari pengamatan Kintoko, jamu di Indonesia kurang bisa berkembang pesat karena kebijakan pemerintah kurang mendorong pertumbuhan industri jamu. "Departmen satu dengan lainnya, kebijakannya kurang sinkron. Ini yang menghambat," ujarnya. (Jay). 

 

UAD

BERITA REKOMENDASI