Dukung Pemkab Bantul Fokus Upaya Peningkatan Kesehatan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Pemerintah Kabupaten Bantul saat ini banyak terfokus upaya penanganan kesehatan, utamanya mencegah stunting. Selain penanganan kesehatan juga upaya pengentasan kemiskinan. Timbul Harjono anggota DPRD Bantul dari Fraksi PDIP sangat mendukung upaya Pemerintah Kabupaten Bantul dalam upaya penanganan kesehatan ini.

Menurut Timbul Harjono, masalah kesehatan utamanya stunting , kematian ibu dan anak dirasa dalam beberapa waktu lalu angkanya cukup tinggi. Salah satunya kasus stunting atau gagal tumbuh angkanya dari 45.000 anak di Bantul masih ada 8,3 persen mengalami stunting. Sekarang sudah turun menjadi 6,7 persen atau asumsi sekitar 3.000 anak masih mengalami stunting.

“Stunting tidak bisa dibiarkan dan harus dilakukan pencegahan atau dikurangi dengan melakukan upaya- upaya melalui gerakan kader Posyandu. Saya fokus pada hal- hal seperti ini, untuk mendukung Dinas Kesehatan maupun DP3A P2KB untuk mengatasi permasalahan stunting,” ungkapnya.

Tentang ibu meninggal dunia karena melahirkan, memang ada banyak faktor, terutama adalah karena Covid-19 kemudian juga hal- hal yang lain terutama karena Tensi yang tinggi dan anemia. Tentu terobosan sudah dilakukan oleh Dinas Kesehatan dengan berbagai kebijakan.

Salah satunya adalah pemberian azam valat maupun dengan zat besi sehingga untuk anemia bisa teratasi dan terobosan lain adalah studi yang selalu dilakukan terhadap ibu-ibu yang mengalami kendala, terutama pada masa kehamilan agar bayinya bisa lahir dengan selamat dan tidak mengalami stunting. Karena stunting tidak dimulai dari bayi lahir, tetapi bisa pada saat masih dalam kandungan.

“Tentu saja ini harus disiapkan semua agar bayi bisa lahir dengan sempurna , tidak mengalami kelainan , tidak mengalami cacat dan sakit. Bahkan jangan sampai meninggal setelah lahir atau meninggal dalam kandungan itu yang perlu menjadi perhatian dan tentu saja pemerintah Kabupaten Bantul fokus mengenai ini semua,” imbuhnya.

Sementara untuk menunjang seluruh fasilitas kesehatan, saat ini Bantul memberikan jaminan kesehatan dengan kartu jaminan kesehatan. Dinas Sosial juga sudah berusaha keras untuk menuju UHC (Universal health coverage ) atau sistem perawatan dan pelayanan kesehatan yang menjamin semua penduduk memiliki akses untuk mendapatkan layanan kesehatan dengan sebaik- baiknya .

Sekarang ini capaian BPJS sudah sekitar 94,18 persen. Kurang dari 1 persen sudah mencapai UHC. Usaha keras semua pihak telah dilakukan , terutama Dinas Sosial untuk mendukung apa saja yang menjadi program- program OPD.

Jadi Dinas Kesehatan tentu saja akan terdorong sekali dengan adanya kartu jaminan kesehatan agar masalah kesehatan anak, kesehatan ibu maupun masalah stunting bisa diatasi.Juga tentu saja dengan pemberian makanan kepada ibu hamil, terutama dukungan agar tidak terjadi kekurangan energi ini bisa dilakukan semaksimal mungkin sehingga ibu melahirkan dengan selamat dan anak lahir dengan selamat tidak terjadi stunting. “Ini fokus pemerintah Kabupaten Bantul dengan melakukan berbagai lintas OPD,” katanya.

Upaya tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi Peraturan Bupati (Perbup) Bantul no 72 Tahun 2019 tentang penanggulangan stunting. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI