Eker-eker Golek Menir, Kiprah ‘Pahlawan’ Sampah di Jogja

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Paguyuban pengambil sampah yang tergabung dalam wadah 'Eker-eker Golek Menir' terus berusaha memberikan kontribusinya dalam menangani sampah di Kabupaten Bantul, Kota Yogya serta Kabupaten Sleman. Tidak mudah menjalankan pekerjaan sebagai pengambil sampah di tengah masyarakat. Membutuhkan komitmen untuk selalu siaga dalam menjalankan aktivitas ini. Mereka menyadari pekerjaan jasa mengambil sampah berkaitan lingkungan.

Ketua Paguyuban ‘Eker-eker Golek Menir’ Sodik Marwanto, didampingi Sekretarisnya Sarwo Wijaya, di sela acara syawalan di Balai Desa Pleret, Sabtu (15/6), malam mengungkapkan paguyubannya beranggotakan 150 orang dirintis awal tahun 2019. "Paguyuban Eker-eker Golek Menir ini dirintis Maret lalu. Waktu itu semangat untuk berjuang bersama saat TPST Piyungan ditutup begitu kuat. Akhirnya kami bentuk paguyuban untuk mewadahi semangat kita semua," ujarnya.

Sodik mengatakan, anggotanya sejauh ini memang membutuhkan dukungan dari pemerintah. Dengan harapan paguyuban sebagai tulang punggung dalam penanganan sampah di tiga wilayah yakni Bantul, Yogya dan Sleman itu semakin maju. "Kami memang bergerak secara mandiri, atas inisiatif sendiri dengan wilayah kerja di daerah masing-masing. Tetapi kami punya harapan ada hubungan sinergis dengan pemerintah," ujar Sodik.

Termasuk jika memungkinkan ada dukungan, permodalan khususnya untuk pengadaan armada dengan bunga lunak. Hal ini karena mayoritas anggota Paguyuban 'Eker-eker Golek Menir' juga membutuhkan dukungan permodalan. "Kami anggota paguyuban dalam pengadaan armada juga mandiri, misalnya ada dukungan dari pemerintah atau perbankan dalam kemudahan akses permodalan kami sangat bersyukur," ujar Sodik.

Sodik mengungkapkan, selama ini hubungan dengan dinas terkait di Pemerintah DIY terjalin sangat baik. Oleh karena itu Sodik menaruh harapan begitu besar ke depannya paguyubannya mendapat pendampingan dari dinas terkait.

Sementara Sekretaris 'Eker-eker Golek Menir' Sarwo Wijaya, menambahkan jika pekerjaaan sebagai pengambil sampah memang membutuhkan komitmen. Hal ini karena berkaitan dengan pelayanan terhadap masyarakat banyak. "Pekerjaan ini tetap harus saya utamakan, jangan sampai terlambat mengambil. Kasihan warga jika sampah menumpuk tidak diambil," ujarnya.

Sehingga pihaknya berupaya armadanya selalu 'sehat' agar tetap bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Sedang dalam syawalan anggota paguyuban itu juga diikuti anggota dari Bantul, Sleman dan Kota Yogya. (Roy) 

 

 

BERITA REKOMENDASI