Eks Napiter Hadiri Upacara di Piyungan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Komunitas eks keluarga narapidana teroris (Napiter) dan komunitas warga pemulung menggelar upacara puncak peringatan HUT ke-75 Kemerdekaan RI di Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Dusun Bawuran 1 RT 06 Desa Bawuran Kecamatan Pleret Bantul, Senin (17/08/2020). Peserta upacara dari berbagai unsur diantaranya, pemulung TPST Piyungan, FKPPI serta Linmas.

Istimewa lagi upacara tersebut juga dihadiri lima anggota eks kelaurga narapidana teroris yakni, Wakil Ketua Yayasan Lingkar Perdamaian Yogyakarta Muhammad In Am, Saifudin, Fajar serta Abu Akas serta Hasan. Upacara dipimpin M Yusuf dan pembina upacara Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto.

Wakil Ketua Organisasi Paguyuban Pemulung TPST Piyungan yang tergabung dalam wadah Mardiko, Slamet Amir Suyoto mengungkapkan pemulung TPST mengadakan upacara kerjasama dengan Polda DIY. “Tidak sekadar mengingat jasa pejuang kemerdekaan, tetapi spirit merebut kemerdekaan dari para pahlawan yang kami teladani sebagai bekal menjalani kehidupan sehari-hari saat ini,” ujar Slamet.

Dijelaskan, meski hidup dipinggiran kota dengan pekerjaan sebagai pemulung namun nasionalisme terhadap NKRI tidak perlu diragukan. Dengan upacara yang dikemas penuh kesederhanaan tersebut diharapkan rasa nasionalisme bagi anggota pemulung di TPST selalu terjaga. “Kami latihan dua kali didampingi juga Pak Ali, (anggota Propam Polda DIY, Brigadir Nur Ali Suwandi),” ujar Slamet.

Sementara Kabid Humas Polda DIY, AKBP Yulianto mengungkapkan rasa bangganya terhadap semangat warga di sekitar TPST Piyungan, pemulung yang antusias mengikuti jalannya upacara. Sementara, eks narapidana teroris, Muhammad In Am dalam upacara tersebut juga membacakan ikrar setia NKRI.

Ditemui sebelum upacara mulai, M In Am mengungkapkan kehadirannya di puncak peringatan HUT ke -75 Kemerdekaan RI di TPST Piyungan merupakan bentuk kampanye damai. “Kita bisa hidup enak di Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini berkat jasa para pahlawan. Kita harus menghormati jasa pahlawan salah satunya dengan berbuat baik mengabdi pada bangsa dan negara,” ujarnya.

Dijelaskan sebagai bekas keluarga teroris tentu punya kesalahan terhadap bangsa dan negara. Oleh karena itu dalam momentum ini akan memberikan yang terbaik untuk bangsa dan negara dan setia pada Pancasila.

“Saifudin pernah terlibat perang di Moro, kemudian ditangkap di Afganistan. Kemudian Fajar masuk jaringan bom buku serta Hasan jaringan bom Mapolresta Solo,” ujar M In Am. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI