FAKI Bantul Siap Jadi Garda Terdepan Halau Kebangkitan Komunisme

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Unjuk rasa untuk menyampaikan pendapat yang dilakukan masyarakat hendaknya dapat disampaikan dengan cara yang santun. Jangan sampai penyampaian pendapat di muka umum justru malah merugikan masyarakat dan mengganggu stabilitas negeri ini.

Kebebasan menyampaikan pendapat di hadapan publik memang dilindungi oleh undang-undang. Namun jika unjuk rasa tersebut melahirkan kekacauan dan tidak membawa kebaikan, maka sebaiknya jangan diikuti.

Itu disampaikan Komandan Front Anti komunis Indonesia (FAKI) Bantul, Muhamad Jauhari saat mendeklarasikan pernyataan sikap setia kepada Pancasila dan UUD 1945 di Sekretariat FAKI Bantul, Sabtu (22/08/2020). FAKI secara tegas mendukung pemerintahan yang sah dan siap menjaga serta mempertahankan keutuhan NKRI.

“Kami menolak berita hoax, ujaran kebencian, komunisme dan anarkisme. Taat dan patuh kepada aturan serta hukum yang berlaku serta dan selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap aksi kegiatan,” katanya.

Melihat kondisi yang terjadi saat ini, Jauhari berinisiatif mengambil sikap menyatakan perang melawan Covid-19. FAKI Bantul siap menjadi pelopor pencegahan Covid-19 dan siap menjadi garda terdepan untuk menghalau kebangkitan faham Komunis.

“Unjuk rasa itu boleh boleh saja, tapi harus patuhi aturan yang ada, yang tertib, jaga jarak jangan lupa pakai masker Karena saat ini kita sedang berperang degan Covid-19,” ujar Jauhari.

Jauhari menuturkan, selain sebagai ormas yang berdiri paling depan untuk melawan tumbuh kembalinya paham komunis di Indonsia, FAKI siap dilibatkan untuk menjaga keamanan dan ketertiban bersama TNI dan Polri. Jauhari mengharapkan, melalui pernyataan sikap tersebut, seluruh elemen masyarakat mematuhi hukum yang berlaku dan melaksanakan protokol kesehatan dalam melakukan kegiatannya sehari-hari.

“Mari warga Bantul kita sama-sama jaga kondisi negeri ini dari ancaman komunis. Patuhi undang-undang guna terciptanya suasana yang kondusif, dan sekali lagi NKRI Harga Mati,” terang Jauhari. (*)

BERITA REKOMENDASI