Festival Film Pelajar sebagai Wadah Belajar, Berbagi dan Silaturahmi

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL (KRjogja.com) – Festival Film Pelajar Jogja (FFPJ) saat ini telah memasuki usia ketujuh tahun. Didirikan sejak tahun 2015 oleh Tomy Taslim yang ingin membuat festival film fokus untuk pelajar, mulai dari SD hingga SMA. Ia ingin lebih mendekatkan komunitas pelajar dalam bidang perfilman.

 

Menurut Tomy, film tidak hanya persoalan proses produksinya saja. Melainkan, film dapat dilihat dan dipahami lebih jauh lagi sebagai media belajar kritis, untuk mengapresiasi, literasi dan pengembangan program yang lain. Hal tersebut dikatakan oleh Tomy Taslim ketika ditemui oleh krjogja.com di acara FFPJ #7 yang diadakan di Pondok Pemuda Ambarbinangun Yogyakarta. FFPJ telah berlangsung tadi (17/12) hingga besok (18/12).

Peserta yang memasukkan karya pada festival ini tidak hanya bersal dari Jogja ataupun pulau Jawa saja, melainkan dari luar pulau seperi Lampung, Aceh, Bangka Belitung, NTB, Papua Barat juga ikut berpartisipasi dalam acara ini. Juga pada serangkaian acara FFPJ tidak hanya menayangkan film saja. Melainkan terdapat beberapa kelas yang membahas topik-topik menarik seputar dunia perfilman, seperti seminar nasional, forum pendidik, kelas diskusi dan diseminasi hasil penelitian.

Oleh karena itu, FFPJ memiliki tagline ‘Belajar, Berbagi dan Silahturami. Dimana para pelajar SD hingga SMA dari seluruh Indonesia dapat belajar bersama memahami dan menggunakan film sebagai sarana pendidikan kritis, ekpresi seni, komunikasi dan pengembangan budaya. Berbagi pengetahuan, pengalaman dan keterampilan membuat film khususnya. Silahturahmi antar komunitas pelajar yang memiliki minat belajar film serta menumbuhkembangkan kepedulian dari berbagai pihak dalam mendukung kegiatan film di lingkungan komunitas film pelajar dan sekitarnya.

Pada tahun ini FFPJ mengusung tema ‘Persahabatan dan Perdamaian’. “Sejak awal FFPJ selalu diniati semangat persahabatan dan perdamaian. Namun, tahun ini, kita lebih terbuka dengan itu” kata Tomy.

Festival film pelajar ini tidak seolah-olah hanya mencari juara dari setiap karya yang dibuat. “Tujuan FFPJ tidak hanya ingin menciptakan banyak juara. Melainkan ingin menjadikan ruang apresiasi ide-ide atau karya yang unik dan mempunyai sikap. Untuk kategori film juga selalu diperluas. Karena ingin memiliki banyak juara dari berbagai ide film. Jika memungkinkan untuk diolah, maka akan diberi penghargaan. Begitu pula dengan karya diluar tema, kita selalu mengapresiasi karya-karya yang tak lazim,” cerita Tomy. (Mg-18)

 

 

BERITA REKOMENDASI