Fintech Sembunyikan Informasi Ketidakpastian

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Bangsa Indonesia saat ini menghadapi permasalahan cukup rumit dalam sektor ekonomi, yakni financial dan techonology (fintech). Banyak perusahan fintech yang dalam kegiatan operasionalnya masih menyembunyikan beberapa informasi atau mengandung unsur ketidakpastian.

Demikian ditegaskan Dr Rangga Almahendra STi MM, dosen FEB-UGM dan Direktur Utama ADI TV dalam kuliah Kuliah Umum di Aula Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Ringroad Selatan, Sabtu (23/03/2019). Kuliah Umum diselenggarakan Prodi Perbankan Syariah UAD bertema 'Tantangan Bank Syariah di Era Industri 4.0' dengan moderator Mufti Alam Adha SEI MSc. Kuliah umum dibuka Arif Rifan SAg MAg, mewakili Dwi Santosa Pambudi SH MSi (Kaprodi Perbankan Syariah UAD).

Menurut Rangga Alamhendra, fintech sebenarnya sebuah inovasi jasa keuangan online. Pada era 4.0 ini banyak masyarakat yang belum mengerti bagaimana caranya menggunakan teknologi fintech itu sendiri. "Mau tidak mau, cepat atau lambat, kita harus meninggalkan
sistem ekonomi konvensional dan beralih ke ekonomi Islam yang menggunakan prinsif keadilan," ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga harus memperbaiki regulasi demi terhindarnya praktek 'maisir' atau unsur ketidakpastian dalam transaksi di sektor perekonomian itu sendiri. "Masalah ekonomi tidak bisa dibebankan kepada orang lain. Kita sebagai akademisi di prodi Perbankan Syariah memiliki tugas, kewajiban untuk menyampaikan dan mengedukasi masyarakat dalam memahami ekonomi Islam," tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Rangga Almahendra memotivasi mahasiswa prodi Perbankan Syariah untuk membumikan ekonomi Islam di masyarakat. (Jay).

 

 

BERITA REKOMENDASI