FPRB Datangi Gedung DPRD Bantul Bawa Keranda Mayat

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Ratusan relawan anggota Forum Komunikasi Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) se Kabupaten Bantul dan relawan lainnya, Senin (22/02/2021) menggerudug Gedung DPRD Bantul untuk mencari Drs Supriyadi MSi warga Sawahan Trimurti Srandakan Bantul atau satu-satunya anggota DPRD Bantul dari Partai Bulan Bintang.

Mereka datang ke DPRD Bantul sambil membawa peti mati bergambar Supriyadi atau Supri Kantong, untuk menuntut pertanggungjawabannya yang dinilai telah melecehkan dan menyakiti hati para relawan di Kabupaten Bantul terkait penanganan dan pemakaman jenazah korban Covid-19.

Akhir- akhir ini Supri ketika memberikan tausiah di acara pengajian atau ketika diminta memberikan ’ular-ular’ dalam resepsi hajat temanten sering ditambahkan tentang penanganan dan pencegahan penularan Covid-19. Tetapi dalam tausiahnya itu Supri mengatakan, saat pemakaman jenazah korban Covid-19 oleh relawan diberlakukan seperti anjing dan menuduh ada dinas yang memanfaatkan untuk proyek Covid-19.

Menurut para pengunjuk rasa yang dikoordinir ketuanya, Waljito SH sebenarnya ucapan Supri tersebut sudah sering diingatkan oleh petugas Babinkamtibmas, tetapi tidak digubris. Kebetulan ketika diminta mengisi ‘ular-ular’ pada acara manten di Kulonprogo kebiasaan Supri diulangi lagi dan direkam oleh warga serta diviralkan.

Akhirnya para relawan terutama FPRB memuncak kemarahannya dan menggrudug Gedung DPRD Bantul untuk mencari Supri, tetapi tidak berada di DPRD. Akhirnya perwakilan pengunjuk rasa yang diketuai Waljito SH diterima Wakil Ketua DPRD Bantul Subhan Nawwawi dan anggota dewan lainnya untuk dilakukan mediasi.

Dalam mediasi tersebut, FPRB Bantul menyampaikan pernyataan sikapnya , diantaranya menyesalkan dan keberatan terhadap sikap Supri. FPRB Bantul juga meminta agar Supri selaku tokoh masyarakat untuk ikut mengkampanyekan gerakan PHBS dengan menerapkan 5M. “Tuntutan tersebut harus dituntaskan dalam waktu 1 x 24 jam,” ungkap Waljito.

Sementara Subhan Nawwawi mengemukakan, dirinya sendiri tidak sependapat dengan perkataan Supri yang melecehkan para relawan tersebut. “Mestinya ia memberikan apresiasi kepada relawan yang telah bekerja tanpa pamrih apapun, jangan malah dilecehkan dan disakiti,” tegas Wakil DPRD Bantul.

Dengan terjadinya kasus tersebut Subhan berjanji akan segera menuntaskan masalah yang muncul karena ulah anggota dan akan menyampaikan kepada Dewan Kehormatan.”Sesuai tuntutan FPRB kasus ini harus dituntaskan dalam waktu 1 x 24 jam. Supri juga harus segera mempertanggungjawabkan apa yang telah dilakukan dan menimbulkan masalah ini,” pungkas Subhan. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI