Gagal Panen, Petani Tembakau Bantul Pasrah

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL(KRjogja.com) – Meningkatnya intensitas hujan dalam beberapa hari terakhir jadi biang kegagalan ratusan hektare lahan tembakau di Bantul.  Bahkan kini petani sama sekali tidak punya harapan modalnya kembali. Tanamannya hampir semua membusuk setelah terendam banjir.

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Bantul, Sukro Nur Harjono, Jumat (30/9) mengungkapkan, tahun ini tembakau dibudidayakan diatas lahan 360  hektare. Dari jumlah itu baru 20 % -25 % sudah mulai panen tahap awal.  Sementara petani belum sempat memetik tembakau karena memang  belum waktunya.  “Petani tembakau tahun ini jelas gagal panen, semua  busuk. Meski sudah panen persentasenya sangat kecil,” ujarnya.

Dijelaskan, musibah yang mendera petani tahun ini dipicu hujan terus mengguyur dalam dua pekan terakhir. Padahal tembakau jika sudah tergenang air dalam tempo lama sudah bisa dipastikan mati lantaran akarnya busuk. Petani sebenarnya masih bisa  menjual tembakau dalam bentuk rosokan setelah dikering, namun harganya sangat murah.

Sementara Darno Wiyadi warga Siluk Desa Selopamioro Imogiri Bantul, tidak punya pilihan lain selain mencabuti tanaman tembakaunya. Seandainya coba dipertahankan sudah tidak mungkin bisa dipanen. ”Tanaman harus dicabut diganti dengan tanaman lainnya, itu langkah paling tepat diambil,” ujarnya. (Roy)

 

BERITA REKOMENDASI