Gandeng Tukang Becak Jadi Pelopor Keselamatan Berkendara

BANTUL (KRjogja.com) – Kecelakaan lalulintas di Kabupaten Bantul kerap terjadi pada saat  kondisi jalan lengang. Insiden di jalanan tersebut terjadi lantaran prediksi keliru dari pengguna jalan. Untuk mencegah  hal tersebut terus terjadi, Sat Lantas Polres Bantul gencar melakukan sosialisasi ditengah masyarakat.  

"Kecelakaan di Bantul terjadi tidak terjadi pada puncak aktivitas masyarakat, biasanya sebelum jam 06.00 dan menjelang tengah sampai dinihari," ujar Kasat Lantas Polres Bantul, AKP Mohammad Faisal Pratama SIK SH disele acara bakti sosial menyambut Hari Polisi Lalulintas ke  61 di Pasar Bantul, Senin (19/9/2016).

Dijelaskan, khusus warga Bantul sendiri kesadaran dalam melengkapi persyaratan naik kendaraan sangat baik.  Persoalannya adalah ketika jalan tersebut lenngan kendaraan, justru dimanfaatkan untuk membuat pelanggaran. Dari pelanggaran itulah sebenarnya kecelakaan lalulintas di Bantul sering terjadi. Mulai pelangaran traffic light hingga rambu dan kecepatan melebihi ketentuan.  

"Ada persepsi kurang tepat, karena jalan sepi dikira aman kemudian melanggar, disitulah awal terjadinya kecelakaan," ujarnya.

Oleh sebab itu, pihaknya sangat berharap agar kesadaran masyarakat patuh pada rambu mesti ditingkatkan. Sementara dalam bakti sosial itu, tukang parkir, tukang bejak  dan jasa ojek diberi sembako.

"Mereka tukang parkir, tukang becak dan ojek punya peran strategis dalam membantu kelancaran tugas polri, terutama kaitannya dengan membantu kelancaran arus lalu lintas," ujar Mohammad Faisal.   

Pihaknya juga mengandeng tukang becak, ojek dan parker untuk jadi pelopor keselamatan berlalulintas. Pembagian semabako secara keseluruhan mencapai ratusan paket.  Distribusi sembako dilakukan disejumlah tempat diantaranya, perempatan Gondowulung,  Druwo dan Pasar Bantul. (Roy)

BERITA REKOMENDASI