Gandung Pardiman : Tangkap Tikusnya, Jangan Bakar Rumahnya

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar dapil DIY Drs HM Gandung Pardiman dengan tegas menolak wacana pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI) di media sosial dengan tagar ‘Bubarkan MUI’. Munculnya tagar ‘Bubarkan MUI’ sebagai imbas Densus 88 menangkap salah satu pengurus MUI, Komisi Fatwa MUI Zain An Najah terkait terorisme.

“Usir tikusnya tetapi jangan bakar rumahnya,” ujar Gandung Pardiman dalam sambutan dalam acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Graha GPC Karangtengah Imogiri Bantul.

Gandung mengatakan, Majelis Ulama Indonesia merupakan warisan Presiden Suharto dengan tujuan menyatukan ulama. Kontribusi MUI bagi bangsa dan negara Indonesia sangatlah besar. Sehingga jika MUI dibubarkan bakal timbul kegaduhan luar biasa. “Saya yakin kalau sampai MUI dibubarkan akan terjadi kegaduhan,” ujarnya.

Menurutnya, ketika ada anggota MUI terindikasi separatis ataupun teroris. Singkirkan orangnya saja jangan bertindak gegabah membubarkan lembaganya.

“Kalau ada tikus separatis atau teroris ya diusir jangan terus membakar rumahnya,” jelas Gandung dihadapan ratusan warga masyarakat Bantul yang mengikuti Sosialisasi 4 Pilar MPR RI.

Gandung Pardiman menginginkan Majelis Ulama Indonesia diisi ulama yang klasifikasinya betul – betul kelas ulama bukan kelas ustadz picisan. “Ustadz picisan itu mau memberikan dakwah atau ceramah saja ada hitung – hitungan honor, wani piro,” tegasnya.

Sementara ulama yang betul – betul ulama menurut Gandung adalah orang menghayati betul detail – detail keagamaan, bukan berdasarkan pada materi atau honor. Selain itu Ulama pasti memiliki wawasan kebangsaan berdasarkan Pancasila. “Yakni ulama pancasilais bukan ulama yang ingin memperjuangkan khilafah,” jelas anggota DPR/ MPR RI tersebut.

Lembaga MUI sangat dibutuhkan bangsa dan negara Indonesia untuk kepentingan membina umat. Didalam organisasi tersebut banyak tokoh yang berkompeten, artinya MUI sebagai wadah berhimpunnya ormas-ormas Islam masih sangat dibutuhkan. “Didalam MUI terdapat tokoh-tokoh kompeten keilmuannya untuk melakukan pembinaan umat,” jelasnya.

Jika memang tuduhan MUI terpapar terorisme, hal tersebut sangat tidak berdasar. Sebab MUI sendiri telah menetapkan fatwa Nomor 3 Tahun 2004 tentang terorisme. “Jadi begini kemarin yang ditangkap Densus tidak ada kaitannya dengan MUI. Sekali lagi saya tegaskan, masak di rumah ada tikus terus rumahnya dibakar. Jelas ini tidak masuk akal,” terangnya.

MUI punya kontribusi banyak dalam menjaga umat dan nilai-nilai luhur agama bagi kehidupan kita bermasyarakat. Termasuk nilai-nilai luhur dalam Pancasila. Oleh karena itulah Gandung menyerukan ‘Selamatkan MUI’.

“Mari kita gelorakan gerakan Selamatkan MUI . Saya menduga yang menyerukan bubarkan MUI berideologi komunis. Sebab selama ini Ulama adalah musuh Komunis, ” jelasnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI