Gawat! Longsor lagi di Wunut Hari Ini, Rumah Warga Kritis

Editor: KRjogja/Gus

IMOGIRI (KRjogja.com) – Tiga rumah di Dusun Wunut Kedungmiri Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri Bantul kian terancam setelah jalan ditepi Sungai Oya kembali longsor, Jumat (16/2). Meski aliran sungai tinggal beberapa meter dari bangunan rumah, namun warga belum ada rencana pindah rumah atau relokasi. 

Sementara warga sangat berharap pemerintah segera ambil tindakan terbaik agar rumah milik warga aman. Mencegah abrasi akibat kikisan air sungai terus menggerus halaman rumah, puluhan warga berusaha memasang pathok bambu ditepi sungai. 

Ny Sutami salah satu pemilik rumah mengatakan, amblesnya jalan depan rumahnya terjadi Kamis (15/2) sekitar pukul 12.00. "Siang itu saya tidak ada di rumah, tahu-tahu mendapat kabar, halaman rumah sudah ambles digerus air," ujar perempuan berputra dua ini. Meski kondisi sudah mengkhawatirkan, namun Sutami tidak ada niat pindah rumah. Apapun yang terjadi, bersama keluarganya akan bertahan dirumahnya itu. 

Oleh karena itu Ny Sutami sangat berharap pemerintah segera berbuat sesuatu agar  abrasi  Sungai Oya tidak sampai menenggelamkan di rumahnya. "Kami sebagai rakyat kecil tidak tahu bagaimana menangani keadaan ini, tetapi saya yakin pemerintah tahu cara mengatasinya," ujar Sutami. Untuk sekarang ini tiga rumah kondisi semakin terancam yakni milik Bandi, Ny Sutami dan Ny Ciptorejo.

Sementara Ketua Lembaga Pemberdayaan  Masyarakat Desa (LPMD) Sriharjo Imogiri Suwandi mengatakan, untuk menangani persoalan di tepi Sungai Oya. Dari pemerintah DIY tahun 2019 berencana bakal membangun talud bronjong sepanjang 5 km. Dengan rencana tersebut, nantinya penanganan akan dilakukan secara prioritas. "Talud bronjong itu nantinya dipasang  dititik yang mengancam permukiman warga," ujar Suwandi. Sementara tiga kepala keluarga di lokasi abrasi itu diminta pindah sementara ketika hujan deras.

Wakil Bupati Bantul, H Abdul Halim Muslih mengatakan, jika kondisinya sudah mengkhawatirkan warga harus pindah ke tempat aman. Oleh karena itu ketika daerah sudah tidak layak ditempati sudah saatnya direlokasi. Kebijakan relokasi kami paksakan demi kebaikan rakyat. (Roy)

BERITA REKOMENDASI