Gelar Operasi 1 Jam, Dishub DIY Jaring 31 Armada

Editor: Agus Sigit

BANTUL, KRjogja.com – Dinas Perhubungan DIY melalukan operasi tertib lalu lintas dengan sasaran armada angkutan umum, utamanya truk angkutan barang di jalur perbatasan wilayah Kabupatan Bantul dengan Kulonprogo, yakni di jalan Bundaran timur jembatan Srandakan, Selasa (12/10).

Kegiatan ini didukung dari petugas CPM Korem 072 Pamungkas, Polda DIY, Satpol PP DIY dan jajaran Dishub Bantul maupun Satlantas Polres Bantul. Operasi yang digelar selama satu jam mulai dari pukul 09.30 hingga pukul 11.00 mampu menjaring 142 kendaraan angkutan barang untuk dilakukan pemeriksaan. Setelah dilakukan pemeriksaan terdapat 31 pelanggaran. Dari jumlah tersebut yang melalukan pelanggaran pasal 288 ayat (3) UU No 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan ( LLAJ) ada 25 kendaraan, yakni tidak membawa STNK dan Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCB) atau surat kir. Selain itu ada 6 pelanggaran pasal 307 yakni melalukan perubahan dimensi. Sementara petugas Satlantas Polres Bantul melakukan tindakan Tilang 3 pengendara sepeda motor yang tidak bawa STNK dan 2 tidak bawa SIM.

Kasi Pengendalian Angkutan Dishub DIY, Sigit Wahyu Wibowo SSos MM menekannya, tujuan utama operasi tertib lalu lintas yang digelar secara rutin ini untuk pemeriksaan kendaraan yang syarat teknik layak jalan, sehingga tercipta tertib, aman dan lancar dalam perjalanan. Tetapi dalam operasi gabungan kemarin terjaring 31 kendaraan angkutan yang melalukan pelanggaran, diantaranya mati kir, tidak bawa STNK dan melakukan perubahan dimensi kendaraan. “Bagi pelaku pelanggaran tetap harus menjalani persidangan sesuai aturan yang ada,” tegas Sigit.

Sementara Kabid Lalu Lintas Dishub Bantul Sri Suharsono SH menambahkan, hingga saat ini masih banyak pelanggaran lalu lintas yang dilalukan pengendara angkutan umum, termasuk truk angkutan pasir. “Jenis pelanggaran yang sering didapati dari truk angkutan pasir, yakni kir mati, bak tidak ditutup dan pasirnya masih berair sehingga membasahi jalan. Hal tersebut selain bisa menimbulkan kecelakaan lalu lintas juga berpotensi merusak lapisan aspal jalan,” pungkasnya. (Jdm)

 

BERITA REKOMENDASI