Gelar Pahlawan ‘Bapak Pembangunan’ Hanya Milik Soeharto

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Ketua Yayasan Damandiri,  Subiakto Tjakrawerdaya, mengajak seluruh elemen masyarakat agar melanjutkan perjuangan Bapak Pembangunan Indonesia, HM Soeharto dengan mewarisi semangat patriotisme dan rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.

Salah satu caranya dengan menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak mungkin, sebagai upaya mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

"Perjuangan kita sekarang tidak lagi menghadapi penjajah seperti dulu. Tantangan pembangunan sekarang adalah bagaimana menciptakan lapangan kerja sebanyak mungkin. Sehingga semua rakyat Indonesia bisa bekerja," katanya, saat acara Pesta Rakyat, dalam rangka memperingati Bapak Pembangunan Indonesia, HM Soeharto, bertempat di Kawasan Memorial HM Soeharto, Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Sabtu (03/03/2018), malam.

Subiakto juga menyatakan, upaya menciptakan lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya, diperlukan agar seluruh rakyat Indonesia bisa mendapatkan penghasilan dan kesejahteraannya meningkat. Sejahtera dan makmurnya seluruh rakyat Indonesia, tanpa ada orang yang miskin, merupakan cita-cita Pak Harto semasa hidupnya.

Dalam kesempatan itu, Subiakto mengatakan, Pak Harto mendapat gelar sebagai Bapak Pembangunan Indonesia, karena perjuangan dan berbagai prestasi yang telah diraihnya untuk kepentingan bangsa dan negara. Perjuangan Pak Harto dimulai sejak usia 28 tahun, yakni dalam peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949.

Ribuan warga antusias nonton wayang pesta rakyat di Kemusuk.

"Di umur 28 tahun, Pak Harto sudah rela berjuang untuk bangsa dan negara. Ia mampu mengorganisasi dan mengkoordinir ribuan pasukan dengan alat komunikasi yang masih sangat sederhana. Kalau tidak punya kepemimpinan luar biasa, tentu tidak akan mungkin bisa," katanya.

 

Setelah menjadi Presiden RI, semangat perjuangan Pak Harto untuk membangun bangsa diteruskan dengan membangun bangsa Indonesia. Selama 32 tahun memimpin, Pak Harto mampu mengurangi jumlah rakyat miskin yang awalnya hampir mencapai puluhan juta menjadi hanya sekitar 10 juta.

"Itu salah satu prestasi luar biasa, sehingga beliau mendapat penghargaan dari MPR sebagai Bapak Pembangunan. Sampai sekarang gelar itu hanya ada satu. Tidak seperti gelar pahlawan nasional yang jumlahnya banyak. Dan, keputusan itu dikeluarkan melalui TAP MPR. Kedudukannya lebih tinggi dari Keputusan presiden," katanya.

Karena itu, lanjut Subiakto, kegiatan Pesta Rakyat dalam rangka mengenang Bapak Pembangunan Indonesia HM Soeharto, dilaksanakan agar seluruh masyarakat Indonesia bisa mengenang Pak Harto. Yakni untuk melanjutkan semangat patriotisme, rela berkorban maupun semangat untuk membangun bangsa dan negara.

"Semangat Pak Harto untuk membangun bangsa dan negara itulah yang ingin terus kita kobarkan dan kita lanjutkan," katanya.

Selain dimeriahkan dengan berbagai macam lomba dan pertunjukan wayang, kegiatan pesta rakyat dalam rangka mengenang HM Soeharto Bapak Pembangunan Indonesia juga dimeriahkan dengan bazar UMKM. Puluhan UMKM, baik binaan GEMAR SHS Titiek Soeharto, maupun UMKM binaan Yayasan Damandiri dari wilayah Bantul turut serta dalam kegiatan tersebut. (Van)

BERITA REKOMENDASI