Gempa Bantul 2006 Berpotensi Kembali Terjadi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Serangkaian peristiwa gempa bumi dan tsunami di Indonesia bersumber dari laut dari daratan. Potensi itu bisa kembali terjadi di wilayah di DIY  lantaran berdekatan dengan sumber gempa patahan Opak. Sementara zona subduksi dari laut bisa memicu terjadi bencana gempa dan tsunami.

Dua bencana tersebut dinilai punya dampak kerusakan hebat seperti yang terjadi tahun 2006. Daerah yang pernah terjadi gempa bumi, kejadian serupa juga bakal terjadi dalam rentang waktu yang tidak bisa diprediksi. Bisa ratusan tahun atau ribuan tahun peristiwa itu kembali terulang.

"Peristiwa alam gempa itu seperti ulang tahun, bisa kembali terjadi tetapi entah seratus tahun atau ribuan tahun lagi peristiwa itu terjadi," ujar Dr Supartoyo dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi disela sosialisasi gempa di SD Baran Piring Srihardono Pundong Bantul, Selasa (20/03/2018).

Dengan potensi terjadinya bencana gempa bumi dan tsunami itu sudah saatnya dilakukan mitigasi bencana dengan sasaran siswa dan masyarakat. Bahkan di Pundong merupakan daerah paling dekat dengan sumber gempa 2006 yakni sesar Opak.

Dengan peserta sosialiasi dari kalangan siswa dinilai paling efektif untuk mempercepat dalam membekali pengetahuan kebencanaan masyarakat. Dalam sosialisasi tersebut materi meliputi pengenalan gempa, tindakan yang diambil ketika dan setelah terjadi musibah gempa.

Wakil Kepala Sekolah SD Baran Piring, Suratijan didampingi mengatakan dengan program sosialisasi tersebut dinilai efektif memberikan pengetahuan terkait dengan mitigasi bencana alam. Kawasan Piring Srihardono Pundong Bantul ketika bencana gempa tahun 2006 mengalami kerusakan sangat parah. "Bangunan SD Baran Piring ketika terjadi  gempa bumi mengalami kerusakan sangat parah, bangunan rata dengan tanah," ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI