Generasi Milenial Penuh Goncangan

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Perkembangan teknologi sangat cepat, tetapi pembentukan karakter dan mentalitas sangat lamban. Pendidikan Islam menghadapi tantangan berat di tengah situasi masyarakat yang serba praktis, cepat, hedonis dan materialistis. Selain itu, generasi milenial penuh goncangan karena etika, tata krama, etika sosial-budaya berubah sangat cepat.

Demikian diungkapkan Prof Dr Maragustam MA, Ketua Prodi S3 PAI UIN Sunan Kalijaga dalam Seminar Nasional bertema 'Peran Pendidikan Islam di Era Revolusi Industri 4.0' diselenggarakan Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Aula Islamic Center UAD, Ringroad Selatan Bantul, Sabtu (16/03/2019). Seminar menghadirkan narasumber Prof Dr Maragustam MA, Dr Hisyam Zaini MA, Dr Akif Khilmiyah MAg, Dr Abdul Ghafur MSi dengan moderator Farid Setiawan MPdI.

Menurut Maragustam, masyarakat milenial itu temannya banyak, tetapi di dunia maya. "Dunia maya itu dunia yang serba pura-pura," ujarnya.

Dalam konteks Pendidikan Islam, guru harus sadar literasi digital. "Sadar literasi digital sangatlah penting. Kalau guru tidak sadar teknologi bisa tertinggal dengan siswanya," ujarnya.

Diingatkan Maragustam, budaya arus global sangat cepat, pendidikan Islam memang harus menyesuaikan diri dengan perkembangan di era global. Sedangkan Hisyam Zaini mengatakan generasi milenial itu unik. Zaman serba penuh goncangan, ada yang tertinggal dan tidak bisa mengikuti perkembangan zaman. "Kuncinya, ikut arus atau tergilas," ujarnya.

Pada bagian lain, sekarang banyak orang mementingkan gaya hidup, dibandingkan hidup dengan segala kesederhanaan. Meski menggunakan internet banyak disalahgunakan dibandingkan yang positif, bahkan agama tidak dipedulikan. Dalam kondisi seperti ini solusi era milenial, pesan pendidikan  agama, membuat grup-grup dengan menggunakan media sosial.

Sementara itu, Akif Khilmiyah menyinggung, pendidikan Islam harus mampu membangun kesadaran siswa yang kreatif, inovatif, kritis, kemampuan komunikasi, mampu berkolaborasi dengan literasi digital. Dekan FAI-UAD Nur Kholis MAg mengatakan, kegiatan FAI-UAD ini diadakan FAI-UAI bersama Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKIS) Kopertais Wilayah III Yogyakarta. Seminar ini dibuka Wakil Koordinator Kopertais Wilayah III Prof Dr Syihabudin Qulyubi Lc MA sekaligus mengukuhkan pengurus Forkom. (Jay)

BERITA REKOMENDASI