Geram Aksi Klitih, Warga Turun Tangan

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Kemarahan sebagian warga Yogya akan maraknya aksi klitih sudah tak tertahan. Di Bantul, warga meringkus dua orang cah klitih, yakni Rn (16) warga Padokan Lor, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul dan Wa (16) warga Kembaran, Tamantirto, Kasihan, Bantul saat berbuat onar di kawasan di Jalan Bibis Dusun Gendeng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul, Rabu (26/12) dini hari. Dari tangan kedua pelaku, polisi mengamankan stik besi serta pedang. Hingga Kamis (27/12), keduanya sudah ditahan dan ditetapkan tersangka.

Seperti dilangsir dari Harianmerapi.com, Kanit Reskrim Polsek Kasihan AKP Aru kepada wartawan kemarin mengatakan, penangkapan tersebut berawal ketika saksi Aji Prasetya (17) warga Bibis Kasihan Bantul berada di angkringan bersama rekan-rekannya pada Rabu dinihari. Saat tengah asik nongkrong, pagi itu saksi melihat pengendara tiga sepeda motor yang saling berboncengan melaju dari utara di Jalan Bibis Dusun Gendeng, Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Mereka berteriak-teriak sambil mengeluarkan kata kotor. Tidak hanya itu, para remaja itu juga mengayunkan stik.

Saksi pun menduga, komplotan tersebut merupakan kelompok klitih yang kerap meresahkan warga. Melihat aksi meresahkan para pelaku, selanjutnya saksi bersama sejumlah warga berusaha menangkap gerombolan tersebut. 

Aksi kejar-kejaran antara warga dan gerombolan klitih itu berlangsung beberapa saat. Karena panik dikejar warga, motor yang ditumpangi Rn dan Wa menabrak gapura di kampung setempat. Kedua pelaku kemudian tersungkur jatuh dan langsung diamankan warga. Mereka lantas digelandang ke Mapolsek Kasihan, Bantul. Sementara empat orang lain anggota gerombolan ini berhasil kabur.

Aru mengungkapkan, setelah diperiksa, salah satu pelaku didapati membawa senjata tajam jenis stik berpedang yang sebelumnya diayun-yunkan ketika melintasi jalanan kampung. Untuk menghindari aksi klitih yang merejalela, ujar Aru, polisi pun meningkatkan patroli. “Anggota Polsek Kasihan Bantul rutin melakukan patroli, mereka yang sudah jadi tersangka kami jerat dengan Undang-undang Darurat,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI