Gereja Santo Yakobus Alfeus Pentaskan Tablo Kisah Sengsara Yesus

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Umat katolik menjalani perayaan Misa Jumat Agung atau wafatnya Isa Almasih di Gereja Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Ganjuran Bambamglipuro Bantul. Sementara di Gereja Santo Yakobus Alfeus Pajangan Bantul, perayaan misa Jumat Agung disisipi pertunjukan drama kisah sengsara Yesus Kristus. Perayaan Misa Jumat Agung boleh dibilang cukup spesial, karena kisah sengsara Yesus yang sudah vakum selama dua tahun kini kembali digelar oleh umat di Gereja Santo Yakobus Alfeus Pajangan.

Koordinator Lapangan Tablo Gereja Santo Yakobus Alfeus, Leonardus Hadi mengatakan drama kisah sengsara Yesus Kristus dikemas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat dengan dihadiri 350 jemaat gereja. Tablo punya makna memvisualisasikan kisah sengsara Yesus Kristus ketika tengah disalib pada sebuah kayu.

Sedang Ketua Dewan Paroki Gereja HKTY Ganjuran, Ari Setiawan mengatakan perayaan misa Jumat Agung digelar tiga kali ini yakni pada pukul 09.00 WIB, 12.00 WIB dan terakhir pada pukul 15.00 WIB. Dibanding Misa Minggu Palma dan Kamis Putih, perayaan misa Jumat Agung dihadiri oleh umat dari luar Gereja HKTY.

Meski begitu jumlah umat yang mengikuti misa tidak melebihi dari kuota. Sementara RM Martinus Sutomo dalam homili singkatnya saat memimpin misa Jumat Agung pada pukul 09.00 WIB mengatakan, semua manusia hidup pasti akan mengalami maut. “Tapi Yesus yang telah meninggal di kayu salib dan telah mengalahkan maut,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, RM Martinus Sutomo mengungkapkan agar tidak mengadili orang lain, memojokkan orang lain. “Apalagi kalau kita belum bisa berbuat baik. Janganlah kita memojokkan sesama, janganlah kita mencari-cari masalah dengan sesama,” ujarnya. (Roy)

BERITA REKOMENDASI