GP Ansor dan Banser DIY Deklarasi Anti Radikalisme

SLEMAN, KRJOGJA.com – Apel 1.000 Banser Deklarasi Gerakan Anti Radikalisme mewarnai Pelantikan Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor DIY Masa Khidmat 2017 – 2021, Minggu (30/07/2017) di halaman UIN Yogyakarta. 

Dengan bulat menyatakan bernegara satu, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berideologi satu ideologi Pancasila, serta menjunjung tinggi kebhinekaan Indonesia.  Menolak segala bentuk radikalisme serta terorisem yang merongrong NKRI. 

"Pendiri Nahdlatul Ulama (NU)  KH Hasyim Al Asy'ari   juga salah satu pendiri NKRI, jika ada kelompok yang menginginkan NKRI bubar sama dengan menginjak-injak harga diri. Saya serukan untuk jadi benteng melakukan perlawanan terdepan,” tegas Ketua Umum GP Ansor yang juga  Panglima Banser Nasional H Yaqut Cholil Qoumas dalam orasinya di halaman UIN sebelum melantik PW GP Ansor DIY. 

Orasi H Yaqut Cholil mendapat sambutan penuh semangat dari seribuan Banser dari penjuru DIY. “Misalkan menggunakan dalih Khilafah Islam  sama dengan menuding pendiri NU Kyai Hasyim Al Asy'ari  yang juga pendiri NKRI tidak paham Syariah. Kelompok-kelompok seperti ini menginjak harga diri dan harus kita lawan memenuhi sumpah sebagai generasi penerus,” tegas Yaqut. 

Yaqut menegaskan GP Ansor dan Banser tidak rela NKRI dirongrong oleh kelompok-kelompok yang sama sekali tidak punya sejarah perjuangan bangsa dan tidak mempunyai jasa berdirinya NKRI. “NKRI harga mati, Pancasila milik kita. Tetap semangat pertahankan apa yang kita miliki demi tegaknya NKRI,” seru Yaqut yang disambut yel-yel seribuan Banser. 

Ketua PW GP Ansor DIY Muchammad Syaifudin didampingi Kepala Satuan Korwil DIY Nur Wahid menegaskan deklarasi tolak radikalisme adalah gerakan mengawal NKRI. “Tidak hanya HTI ormas-ormas yang tidak taat Pancasila akan kita luruskan. Gerakan ini kita lakukan prosedural dengan tetap berada di barisan, jika ormas yang kita luruskan tetap menolak Pancasila secara hukum akan ditangani TNI atau polisi,” jelasnya. (*-2) 

BERITA REKOMENDASI