Gugus Tugas Galakkan Operasi Edukasi

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – Sampai saat ini kesadaran masyarakat di Bantul masih rendah dalam mentaati peraturan protokoler kesehatan untuk mencegah penularan dan percepetan penanganan Covid-19. Karena itu, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bantul Bidang Keamanan dan Penegakan Hukum yang terdiri Satpol PP, TNI dan Polri lebih menggalakkan operasi edukasi dan menyadarkan masyarakat, terutama di lokasi yang banyak kerumunan orang.

Kasat Pol PP Bantul, Yulius Suharta SH mengemukakan, dengan adanya kebijakan pemerintah seperti pembukaan kembali obyek wisata mendorong geliat ekonomi di masyarakat. Tetapi seakan protokoler kesehatan dilupakan, sehingga masih banyak terdapat kerumunan masyarakat tidak menjaga jarak dan tidak memakai masker.

“Padahal data warga positif Covid-19 di Bantul dalam beberapa hari meningkat drastis hingga pada angka 21 pasien,” ungkapnya disela melakukan operasi di Pasar Bantul dan warung makan sekitarnya, Rabu (08/07/2020) dilakukan

Masyarakat yang terlihat tidak peduli protokoler kesehatan sebagian pengunjug pasar, pengunjung warung makan, termasuk di tempat ibadah masih banyak yang tidak memakai masker.”Bahkan terlihat 2 mobil rombonan ASN dari Yogyakarta yang masuk warung makan di Bantul, tidak cuci tangan lebih dulu. Karena melihat ada Tim Operasi dari Gugus Tugas Bantul, rombongan ASN tersebut membatalkan jajan kemudian pergi,” tambah Yulius.

Kasat Pol PP Batul berharap, segera diterbitkan peraturan Bupati Bantul tentang penerapan tindakan bagi pelanggar protokoler, sehingga petugas Gugus Tugas mempunyai payung hukum dalam menangani warga yang tidak patuh protokoler kesehatan.

Operasi dan edukasi standar protokoler kesehatan akan terus digalakkan di tengah masyarakat. Karena itu Yulius mengajak masyarakat di Bantul untuk mematuhi protokoler kesehatan, agar pandemi Covid-19 di Bantul bisa segera berakhir. (Jdm)

BERITA REKOMENDASI