Guru Jangan Mengajar dengan ‘Textbook’

Editor: Ivan Aditya

BANTUL, KRJOGJA.com – SD Islam Al Azhar 38 Bantul mengundang pakar pendidikan dan pendiri sanggar alam anak, Ibu Sri Wahyaningsih. Sri Wahyaningsih berbagi bersama guru dan karyawan sekolah tersebut untuk meningkatkan peran memaksimalkan potensi murid.

Sri Wahyaningsih selama ini dikenal luas di dunia pendidikan setelah menginisiasi Sanggar Anak Alam (Salam) yang mengajarkan anak tanpa terbatas kurikulum textbook. Salam pun dikenal luas sebagai sekolah tanpa kurikulum, tanpa mata pelajaran, tanpa seragam, dan tanpa “guru” telah menyabet sejumlah penghargaan karena mampu mengembangkan potensi anak.

Baca juga :

Siap – siap! Libur Nataru, Yogya Diprediksi 'Mbludak'
Waspada! Hujan-Angin Kencang Masih Berpeluang Terjadi di Jogja

Wahya begitu Sri kerap disapa berbagi cara dan pengalaman dalam mengelola Salam. Ia memberi masukan agar memaksimalkan potensi anak dengan menjadikan anak sebagai subyek dalam pendidikan.

“Kita tidak ingin terjebak dalam rutinitas kurikulum yang silih berganti itu. Kita punya kurikulum sendiri di mana anak sebagai subyek dan mahaguru bagi dirinya hingga dia mendapat pengetahuannya sendiri. Kita sebagai guru berfungsi sebagai pamong atau fasilitator,” ungkapnya.

Wahya juga mengemukakan kembali teori tahapan pendidikan dari Ki Hajar Dewantara sebagai dasar dalam menyelenggarakan pendidikan. Ia pun mengingatkan agar sekolah memberikan kesempatan anak bergerak agar banyak sisi di diri tereksplorasi.

“Untuk anak SD usia 6-8 tahun berarti jangan sampai salah dalam menangani anak. Desainlah pendidikan sesuai tahapan tersebut. Jika dilarang untuk bergerak, berkotor-kotor, maka anak kehilangan sisi wirogonya,” ungkapnya.

Alvin Haq, penggagas acara mengungkap pihaknya memang ingin mengupgrade kapasitas guru dan karyawan untuk memaksimalkan potensi anak didik. “Kami ingin mendapat perspektif baru dalam mendidik anak, karena selama ini kita terbiasa mengajar murid dalam gedung dan dalam bingkai kurikulum yang textbook. Kita ingin coba mencari masukan dari sosok yang terbiasa mengajar tanpa batasan tersebut,” imbuhnya. (Fxh)

BERITA REKOMENDASI