Hamil Tak Ada Suami, Pemandu Karaoke Gugurkan Kandungan

Editor: KRjogja/Gus

BANTUL, KRJOGJA.com – Polisi berhasil membongkar dalang dibalik penemuan orok membusuk disebuah tempat kos di Jalan Bugisan, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul pada 27 Desember 2020 lalu. Ternyata orok berkelamin laki-laki tersebut merupakan korban aborsi oleh ibu kandungnya. Kini kasus menggembarkan tersebut ditangani Unit Pelayanan dan Perlindungan Anak, Satreskrim Polres Bantul Polda DIY.

Pelaku aborsi yang juga ibu kandung berinisial Dt (22) asal Kebumen Jawa Tengah. Polisi mengamankan pelaku setelah menjalani perawatan disebuah rumah sakit bersalin di wilayah Bantul akibat pendarahan hebat setelah melakukan aborsi.

“Hasil pemeriksaan sementara, dalam melakukan aborsi pelaku meminum jamu Minggu (27/12) pukul 01.00 WIB. Kemudian janin bisa keluar siang harinya sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Ngadi SH MH melalui Kanit Pelayanan dan Perlindungan Anak, Satreskrim Polres Bantul, Aipda Mustofa Kamal, Senin (4/1).

Dijelaskan, ketika dilahirkan secara paksa tersebut, bayi masih kondisi hidup. Tetapi pada bagian hidung masih tertutup gumpalan darah dan oleh ibu ditutup selimut hingga meregang nyawa.

Bayi yang dilahirkan pelaku bukanlah anak pertama. Tetapi anak ketiga, sebelumnya ketika masuk usia 16 tahun sudah melahirkan anak pertama. Kemudian setelah melahirkan anak kedua, pelaku merantau ke Yogyakarta bekerja sebagai pemandu karaoke. Selama ini pelaku cenderung tertutup dengan lingkungan tetangga kos. Sehingga warga sekitar tetangga kos sama sekali tidak tahu jika kehamilan pelaku sudah delapan bulan. Karena tidak diketahui bapak dari bayi dalam perutnya itu akhirnya aborsi jadi pilihannya.

BERITA REKOMENDASI